EKSPOSKALTIM.com, Bone - Perempuan mana yang tidak bahagia bila dilamar sang pujaan hati. Terlebih, acara lamarannya terbilang romantis dan bikin trenyuh.
Hal itu dirasakan Miftahul Jannah (23), mahasiswi STKIP Muhammadiyah Bone yang baru saja diyudisium sebagai sarjana.
Baca juga: Kapolres Bone Paparkan Atensi Jelang Pemilu dan Akhir Tahun 2018
Dalam acara yudisium yang berlangsung di Aula STKIP Muhammadiyah Bone, Kamis 15 Nopember 2018, wanita berkulit putih itu mendapat kejutan dari sang kekasih, Irfan.
Ia dilamar di hadapan ratusan orang yang hadir memadati aula untuk mengikuti acara yudisium program sarjana strata satu (S1) di kampus tersebut.
Sebelum melamar, Irfan yang mengenakan baju batik berwarna coklat dipadu celana hitam itu menyampaikan kronologi singkat perkenalannya dengan Miftah.
"Di kesempatan ini, saya juga ingin memohon ijin kepada orang tua dan keluarga Miftah untuk meminang anaknya menjadi pendamping hidup saya," kata Irfan yang kemudian mengeluarkan cincin di balik saku celananya, lalu berlutut di hadapan Miftah.
Awalnya Miftah hanya terlihat diam. Setelah meyakinkan diri, wanita yang bergelar sarjana pendidikan bahasa inggris itu akhirnya menerima lamaran sang kekasih.
"Iya, saya bersedia," kata Miftah yang disambut sorak sorai peserta yudisium.
Orang Tua Miftah Ikut Terkejut
Acara lamaran yang dilakukan Irfan terhadap kekasihnya Miftahul Jannah di sela-sela acara yudisium, menjadi momen yang tidak terlupakan bagi keduanya.
Miftah yang ditemui di kediamannya di Jalan Gunung Kelabat, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (15/11) sore, mengaku terharu, kaget nan bahagia.
"Awalnya saya emosi, karena dia kirim pesan katanya nggak jadi datang. Tiba-tiba, eh, dia muncul dari belakang aula (tempat yudisium) dan melamar," kata Miftah.
Baca juga: Dandim Bone Pilih Olahraga Sebagai Media Silaturahmi dengan Wartawan
Hal senada juga disampaikan ayah Miftah, Guntur (52). Ayah empat anak itu juga ikut terkejut karena tak menyangka anaknya akan di lamar di depan orang banyak.
"Saya tanya ini si Irfan, kenapa kamu lakukan itu? Apakah orang tuamu sudah tau,” kata Guntur ke Irfan seusai melamar.
“Terus dia (Irfan) jawab, tidak mungkin saya berani melamar kalau orang tua saya tidak menyetujui," sambungnya.
Kendati demikian, Guntur tetap berharap lamaran alumni 2017 STITEK Balik Diwa Makassar itu secepatnya ditindaklanjuti pihak keluarganya, dalam hal ini orang tua Irfan.
"Sejauh ini, belum ada pembicaraan antar orang tua. Dan kami menunggu itu," imbuh Guntur.

Guntur dan Miftahul Jannah. (EKSPOSKaltim/Abdullah)
Diakui Miftah, rencana lamaran memang telah diungkapkan Irfan sebelumnya kepada dirinya. Bahkan, orang tuanya (Guntur) pun tahu soal itu.
"Tapi waktunya saya tidak tahu. Dan ternyata, itu terjadi hari ini," kata Miftah tersipu malu.
Secara singkat, Miftah menceritakan bagaimana kisah asmaranya dengan Irfan bermula dari chat yang nyasar. Hal itu terjadi pada Nopember 2016 silam.
"Awalnya ia salah chat, yang mau di chating itu Miftah yang lain. Tapi lama kelamaan, akhirnya kita sering chatingan dan mulai dekat,” ungkapnya.
“Kita sudah berhubungan selama 2 tahun sebelum akhirnya ia memutuskan melamar," tutup Miftah.
Video Terkini EKSPOS TV: Dinkes & KB Bontang Pastikan Vaksin MR Aman Bagi Masyarakat
ekspos tv

