EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Ribuan santri di Kota Bontang memadati halaman Auditorium Taman 3D pada Sabtu (20/10/2018) malam untuk mengikuti tablig akbar dan salawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2018.
Para santri terlihat antusias untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh TGH. Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang yang didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Barat.
Turut hadir Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama wakilnya Basri Rase, DPRD Kota Bontang, jajaran Forkopimda Kota Bontang, MUI Kota Bontang, Forum Pembangunan Kota Bontang serta ormas Islam di Kota Taman.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengangkat tema “Bersama Santri Damailah Negeri.” Melalui tema ini, santri diharapkan bisa ikut dalam menjaga kedamaian dan kesejukan di negara ini. Terlebih lagi dalam rangka pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang akan berlangsung tahun depan. Tak hanya itu, santri juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi palsu (Hoaks). Informasi palsu dinilai hanya akan menimbulkan perpecahan.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan ini adalah bentuk syukur Pemerintah Kota Bontang dan masyarakat atas eksistensi para santri Indonesia terdahulu dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan RI, serta mempertahankan Pancasila.
Ke depan, ia berharap para santri yang masih hidup hingga saat ini dapat melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita tersebut.
“Sekali lagi saya juga bersyukur tahun ini adalah tahun ke-4 kita memperingati Hari Santri Nasional. Kita bisa melihat bagaimana eksistensi para santri di Kota Taman ini mengeksplorasi dirinya mengikuti lomba-lomba yang dilaksanakan panitia untuk memeriahkan momentum ini. Saya harap mereka bisa meneruskan perjuangan para ulama untuk membangun negara ini di jalan Allah,” harapnya.
Sebelum menutup sambutannya, ia juga meminta para santri dapat terus mendoakan Kota Bontang. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Bontang sangat multietnis. Namun, hal tersebut bukan alasan untuk terpecah belah.
“Saya harap para santri dapat terus mendoakan Kota Bontang agar bisa diberkahi oleh Allah SWT. Begitu pula dengan pemerintahannya. Mudah-mudahan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat bisa diberikan,” harap Neni.
“Masyarakat kita sangat multietnis. Kita boleh berbeda, tapi perbedaan ini milik bersama. Oleh karena itu mari kita junjung toleransi dan harmoni. Ini bisa dibuktikan oleh para santri di Kota Taman ” tutupnya. (adv)

