26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini: Mahasiswa Taat Syariat atau Radikal?


Opini: Mahasiswa Taat Syariat atau Radikal?
Nuraini, Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Prodi PAI, Sangatta Kaltim.

EKSPOSKALTIM.com - Saat ini isu radikalisme menyebar. Ketika mendengar istilah radikal, kenyataan yang mesti kita hadapi adalah istilah tersebut selalu dihubung-hubungkan dengan islam. Bahwa muslim yang mau menerapkan seluruh aturan islam, yakni aturan sang pencipta sekaligus pengatur manusia, maka muslim tersebut telah dicap sebagai seorang yang radikal, berbahaya, ekstrimis dan segudang istilah lainnya yang pada intinya terkesan berbahaya untuk didekati.

Apalagi semenjak kasus WTC, Jargon terorisme sudah disematkan kepada islam, menurut mereka radikalisme adalah embrio dari terorisme. Bahkan kini istilah-istilah tersebut sudah sangat menyebar di kalangan mahasiswa. Kampus yang nota benenya berlandaskan islam, malah justru mahasiswanya takut untuk belajar islam secara mendalam hanya karena isu-isu tidak bertanggung jawab tersebut.

Tidak sedikit mahasiswa yang kemudian dikucilkan, dihujat, bahkan dibenci hanya karena sikap konsistennya mempertahankan argumentasinya dalam mengemukakan pendapat mengenai kebenaran Islam kaffah. Apalagi terkait dengan Islam Politik, semenjak kasus penistaan agama tahun lalu melalui aksi tolak pemimpin kafir (Q.S al-Maidah : 51), istilah islam radikal semakin menghantui pemikiran setiap mahasiswa. Bahwa menurut mereka, siapapun yang berbicara politik dengan konteks islam adalah radikal.

Baca: Pilgub Sulsel, Pesta Demokrasi yang Penuh Kejutan

Banyak yang mengatakan bahwa radikal adalah suatu perbuatan yang kasar yang bertentangan dengan nilai dan norma sosial, sehingga konotasinya terkesan selalu negatif. Padahal istilah radikal muncul pertama kali di Eropa pada akhir abad ke-19. Istilah tersebut menunjukkan sikap gereja terhadap ilmu pengetahuan (sains) dan filsafat modern, serta sikap konsisten mereka yang total terhadap agama kristen.

Gerakan protestan dianggap awal mula kemunculan radikalisme/ fundamentalis. Mereka telah menetapkan prinsip-prinsip fundamentalisme pada konfrensi Bibel tahun 1878 di Nigeria. Saat itu terkristalisasi ide-ide pokok fundamentalisme. Ide-ide pokok ini didasarkan pada ide-ide teologi kristen, yang bertentangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang lahir dari ideologi kapitalisme yang berdasarkan akidah yang memisahkan antara agama dengan kehidupan(sekulerisme). (alwaie edisi ke-2 januari 2018)

Sudah sangat jelas perbedaannya, dari dasarnya saja mereka memisahkan agama dari kehidupan, sehingga Eropa bangkit karena meninggalkan agamanya. Sedangkan, berbeda halnya di dalam Islam. Kehidupan kita sebagai manusia tidak bisa terlepas dari peran serta agama di dalamnya. Ummat muslim akan bangkit apabila mengambil agamanya (Islam) sebagai pedoman hidupnya dan sebagai landasan berpikirnya.

Apa yang harus kita lakukan, pertama kita sebagai seorang mahasiswa muslim harus melek dan bangun dari tidur panjang yang melenakan, utamanya yang merupakan agent perubahan. Dalam segala aspek kehidupan kita harus sesuai dengan syariah islam dalam bidang politik, ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan dll, bukan hanya pada rana ibadah, perkawinan dan waris saja.

Kedua, memberi gambaran utuh tentang islam dan menyampaikan semua ajaran islam dari aqidah, ibadah, syariah dan sistem dalam negara. Ketiga, kita harus memiliki kekuatan politik dalam negara untuk menghadapi propoganda islam, karena mereka juga memiliki kekuatan negara untuk mengkerdilkan islam. Hanya dengan syariat islam secara kaffah yang akan mengokohkan kita.

Seorang pejuang Islam akan berbeda dengan yang seseorang lainnya yang hanya diam karena memiliki keyakinan diri, dan percaya bahwa islam akan kembali bangkit. Karena merupakan janji Allah SWT dan Bisyaroh Rasulullah SAW.

Penulis: Nuraini (Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Prodi PAI, Sangatta Kaltim) 

Tonton juga video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv

Reporter : Nuraini    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0