09 Desember 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pertamina Bantah Kebakaran Teluk Balikpapan karena Kebocoran Pipa Minyak


Pertamina Bantah Kebakaran Teluk Balikpapan karena Kebocoran Pipa Minyak
GM Pertamina RU V Kalimantan, Togar MP (kanan) bersama GM Pertamina MOR VI Kalimantan, Made Adi Putra (kiri) memberikan keterangan terkait kebakaran tumpahan minyak di teluk Balikpapan, Sabtu (31/3). (foto:Hendra)

EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Pertamina RU V Kalimantan membantah kebakaran yang terjadi di teluk Balikpapan berasal dari kebocoran pipa bawah laut. BUMN tersebut turut menyertakan 7 penyelam untuk menelusuri jalur pipa minyak mentah sepanjang 5 kilometer dari Lawelawe ke kawasan kilang pengolahan.

General Manager Pertamina RU V Kalimantan, Togar MP mengatakan, pipa itu berada jauh dari lokasi titik minyak yang terbakar pada Sabtu pagi, sehingga bisa dipastikan bukan dari fasilitas Pertamina.

Baca: BPOM Temukan 27 Merek Sarden Mengandung Parasit Cacing, Ini Daftarnya

"Kami masih menginvestigasi dan belum bisa memutuskan karena kejadiannya di luar dari perimeter Pertamina atau berjarak sekitar 2 kilometer di teluk Balikpapan," kata Togar MP, Sabtu (31/3/2018).

Perimeter atau batas kawasan Pertamina yakni dari jetty yang berjarak 50 meter hingga ke 150 meter ke arah laut. "Tapi kami ikut memadamkan karena jangan sampai merambat ke fasilitas yang merupakan objek vital nasional ini," ujarnya.

Terlebih masih ada kapal yang sandar dan melakukan bongkar muat di pelabuhan khusus Pertamina saat kebakaran terjadi. Di tambah lagi tanggung jawab sosial karena insiden ini cukup mengkhawatirkan warga yang tinggal di pesisir dan dekat dekat dengan kawasan kilang.

Sedangkan untuk penyelidikan, Pertamina turut melibatkan instansi terkait seperti Polairud Polda Kaltim dan Kementerian Lingkungan Hidup. "Kalau sanksi diberikan sesuai aturan yang berlaku termasuk jika itu dari fasilitas Pertamina," tegasnya.

Minyak yang juga menyebar hingga ke pesisir juga telah dilokalisir dengan teknik oil boom yakni menyemprotkan foam khusus agar minyak berjenis fuel oil dan merupakan bahan bakar kapal itu bisa terurai.

"Tadi juga sudah diberikan oil desinfektan untuk menormalkan pencemaran tadi dan itu menjadi tanggung jawab kami," ucap Togar yang menjelaskan fuel oil bukanlah produk dari perusahaan plat merah tersebut.

"Sampel minyak tadi sudah diambil dari beberapa lokasi dan diuji laboratorium. Hasilnya mendekati fuel oil dan itu bahan bakar kapal yang bukan hasil produksi pengolahan kilang di RU V dan sumber tumpahan itu masih diselidiki," tukasnya.

Berita terkait: Kebakaran Minyak di Teluk Balikpapan, 2 Nelayan Tewas

Togar juga membantah adanya isu sengaja dibakar untuk menghabiskan minyak. "Kabar itu tidak benar dan juga telah diklarifikasi pihak terkait lainnya seperti BPBD. Malah berbahaya bagi Pertamina kalau sengaja dibakar," tegasnya.

Sementara General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Made Adi Putra meyakinkan proses produksi BBM dan elpiji tidak mengalami gangguan. "Semua fasilitas dan kerja produksi baik di refinery maupun di depot elpiji berjalan normal," imbuhnya.

Sebelumnya dikabarkan, telah terjadi tumpahan minyak di teluk Balikpapan pada Sabtu dini hari. Minyak itu kemudian terbakar sekira pukul 10.30 Wita dan menghasilkan beberapa titik api yang cukup besar.

Akibatnya, 2 kapal nelayan dan satu kapal pengangkut batu bara ke PLTU Tanjung Batu ikut terbakar. 2 nelayan tewas dan 1 ABK MV Ever Judger dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan karena mengalami luka bakar.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv

Reporter : Kontributor I Hendra Kashva    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%20%0%0%60%20%0%


Comments

comments


Komentar: 0