EKSPOSKALTIM, Samarinda - Duet bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Isran Noor – Hadi Mulyadi terus menggalang dukungan kepada partai politik (parpol) untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Meski sudah mendeklarasikan diri untuk berpasangan, nyatanya duet Isran Noor – Hadi Mulyadi masih kekurangan dukungan gabungan parpol.
“Kita masih bersabar karena calon masih berusaha untuk mengejar dukungan dari partai,” kata Ketua DPW PKS Kaltim Masyukur Sarmian kepada EKSPOSKaltim, belum lama ini.
Ia mengaku, persyaratan 11 kursi gabungan parpol hingga saat ini masih belum terpenuhi. Isran Noor – Hadi Mulyadi baru mendapatkan dukungan resmi dari PKS yang memiliki 4 kursi di karang paci. Artinya masih butuh minimal 7 kursi lagi untuk mantap mendaftar sebagai Pasangan Cagub dan Cawagub Pilgub Kaltim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.
Sebelumnya Isran Noor sudah meminta dukungan ke berbagai parpol. Diantaranya, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Termasuk, ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, untuk PKB sendiri sudah memberikan dukungannya untuk pasangan Syaharie Jaang – Rizal Effendi.
Baca: Pastikan Maju Pilgub, Rusmadi: Tunggu Kejutannya!
Jadi kita berbaik sangka dengan bakal calon (Isran Noor- Hadi Mulyadi) untuk mendapatkan SK dari partai-partai yang sudah sejak lama dikonsolidasi dan didekati. Kita masih menunggu,” kata Anggota DPRD Kaltim ini.
Meski demikian, ia memastikan duet Isran Noor –Hadi tetap solid. Hanya saja, soal kekurangan syarat dukungan koalisi tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Isran Noor. Termasuk untuk mencari perahu dukungan parpol.
“Insya Allah Isran – Hadi tetap, karena kesepakatan kemarin seperti itu. Dan kita beri ruang kepada Pak Isran untuk konsolidasi dan melakukan push kekuatan atau komunikasi akhir dengan partai yang diharapkan nanti bersama-sama berkoalisi mengusung dan mendukung. Gambaran kita sudah ada 3 partai, PKS, PAN dan Hanura, tapi kita masih menunggu resminya,” paparnya.

Ketua DPW PKS Kaltim, Masyukur Sarmian. (EKSPOSKaltim/Muslim)
“Kalau kita (PKS) sudah merekomendasikan dukungan (Isran-Hadi), beliau juga minta waktu kepada kita sejenak untuk mencari dukungan, yang pasti sebelum pendaftaran semuanya itu (koalisi) sudah selesai. Jadi soal koalisi partai mana saja nanti terserah pak Isran,” tambahnya.
Jika rekomendasi PAN dan Hanura resmi diberikan, maka syarat dukungan telah terpenuhi. PAN dan Hanura masing-masing memiliki 4 kursi. Artinya jika ditambah dengan PKS, maka ada 12 kursi yang sudah cukup untuk mengusung Isran Noor- Hadi Mulyadi dari syarat minimal 11 kursi di Karang Paci- DPRD Kaltim. Pendaftaran cagub dan cawagub Pilgub Kaltim pun akan dibuka oleh KPU pada 8-10 januari 2018.
Sambil menunggu, Masyukur mengaku tim tetap bekerja dilapangan dan melakukan strategi untuk mensosialisasikan duet Isran Noor- Hadi Mulyadi.
Baca: Mantap Ikut Pilgub Kaltim, Irjen Safaruddin Daftar Lewat PDIP
“Tapi kita sudah mempersiapkan itu semua, tim kerja di lapangan tetap bekerja. Soal deklarasi kita serahkan kepada Pak Isran untuk proses berikutnya apakah ada dekalrasi secara masif atau mungkin deklarasi secara kekeluargaan saja,” terangnya.
Dari pengamatan media ini, sejumlah jalan di Kota Samarinda sudah bertebaran baliho Isran Noor – Hadi Mulyadi. Seperti, di Jalan Moh Yamin.
Isran Noor diketahui sebagai mantan Bupati Kutai Timur masa jabatan periode 2009-2015. Ia juga pernah menjabat ketua umum APKASI dan pernah mengikuti konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat namun tidak lolos. Saat ini, Isran berafiliasi kepada Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Duetnya bersama Hadi Mulyadi, adalah inisiatif Isran Noor yang mengajak mantan Ketua DPW PKS Kaltim itu. Hadi Mulyadi saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dapil Kaltim.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

