EKSPOSKALTIM, Lutim - Memasuki tahap panen, petani di Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Desa Purwosari Kecamatan Tomoni Timur masih saja dikeluhkan dengan berbagai persoalan.
Harga gabah yang rendah dan potongan setiap karungnya dari para tengkulak, menjadi sekelumit persoalan yang dialami petani di desa tersebut.
Salah seorang petani di Desa Purwosari yang tidak ingin disebutkan identitasnya menceritakan, harga padi per kilo masih terbilang rendah dan bervariasi.
“Ada yang Rp4300 setiap kilo dan ada Rp4400," keluh petani berinisial DP(25) tersebut, saat ditemui di lokasi persawahan, Kamis (16/11/2017).
Menurutnya harga ini tidak sebanding jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, mulai dari proses bajak, penanaman termasuk pemupukan dan racun anti hama.
Ditambah lagi, kata dia, adanya potongan 5 Kilogram setiap karungnya yang dilakukan oleh tengkulak pada saat penimbangan atau penjualan,
Ia pun berharap kepada pemerintah daerah agar keluhannya bisa mendapatkan solusi terbaik tanpa merugikan seluruh pihak.
Anwar, Kepala Bulog di Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana yang dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan, untuk harga gabah, pihaknya masih memakai dasar dari Harga Pembelian Pemerintah(HPP) tahun 2015.
“Karena hingga saat ini belum ada perubahan,” terang Anwar melalui via telepon.
Menurutnya, HPP dari pemerintah itu berkisar Rp3500. Kalaupun ada yang membeli diatas harga tersebut, kata Anwar, itu sudah terbilang tinggi.
Kendati demikian, Anwar menyebutkan, pihaknya tetap akan selalu berkoordinasi dengan stakeholder, terkait keluhan yang dialami petani ini.(adry)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
p>VIDEO: Pesta Adat Pelas Tanah 2 dan Pesona Kutai Timur 2017 Eps.1
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

