EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak 20 siswa, dari 37 sekolah dasar (SD) di Bontang mengikuti tahap penilaian akhir lomba dokter cilik di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Rabu (13/9).
Sebelumnya, masing-masing sekolah diwajibkan mengirimkan dua anak untuk berkompetisi. Dari mulanya berjumlah sebanyak 74 anak, kini mengerucut menjadi 20 anak.
Dua anak terbaik nantinya akan dijadikan wakil Bontang pada ajang lomba dokter cilik pada level provinisi.
"Target kami ada dua anak perwakilan Bontang dapat lolos ke nasional seperti tahun lalu kita berhasil mendapat penghargaan terbaik tingkat nasional," jelas Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Neni yang sebelumnya merupakan dokter spesialis kandungan ini sangat mendukung adanya program dokter cilik.
"Ilmu kedokteran yang didapat bisa bermanfaat bagi lingkungan tempat tinggal dan sekolah," jelasnya.
Lomba yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang ini dilakukan sekaligus sebagai ajang seleksi dalam persiapan mengikuti lomba pada tingkat nasional.
Tema yang diangkat "Aku Sehat Aku Cerdas Aku Bermanfaat". Selama dua hari, mulai sejak pagi-hingga sore hari para siswa kelas 4 dan 5 SD ini lebih dulu mendapat materi yang diberikan oleh IDI.
Kemudian, pada hari kedua mereka diberikan kesempatan untuk melakukan praktik. Di samping itu, IDI juga melakukan penilaian terhadap enam anak terbaik.
Ketua Panitia dr Indah Puspita Sari mengatakan, setiap anak mendapat tema yang berbeda dalam melakukan praktik.
Satu anak mendapat empat tema. Meliputi, pertolongan pertama, pertolongan pada gigitan hewan berbahaya, pertolongan patah tulang dan pingsan, serta mimisan.
Sekedar diketahui, sebelumnya, Salsabila Putri salah satu siswi SDIT Yabis berhasil memenangkan Penganugerahan Dokter Kecil (Dokcil) terbaik tingkat Nasional pada 2016 lalu. Lomba yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membuat bangga Bontang juga Kaltim.
Predikat terbaik diraih dengan menggeser posisi Provinsi Jambi yang sudah 2 tahun mempertahankan Dokcil Terbaik Nasional. (adv)

