25 Januari 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Insentif Guru Ngaji Cair, Neni: Periode Selanjutnya Cair di Ramadan


Insentif Guru Ngaji Cair, Neni: Periode Selanjutnya Cair di Ramadan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

EKSPOSKALTIM, Bontang- Kabar baik diterima para guru agama non-formal di Bontang. Pasalnya, keterlambatan pembayaran insentif atau tunjangan transportasi bagi para guru ngaji, pendeta, pastor dan pemangku hindu yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, kini telah dilakukan pembayaran oleh pemerintah Kota Taman.

Disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni, keterlambatan pembayaran insentif selama tiga bulan terakhir telah dibayarkan di pertengahan April ini. Ia mengaku hal itu sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk memenuhi komitmen yang telah diberikan kala itu.

"Kami tidak mau para guru agama ini terprovokasi atas kabar miring yang menggunakan dalih keterlambatan pembayaran, karena pemerintah tetap berupaya untuk selalu memperjuangkan," kata Neni saat di temui Ekspos Kaltim.

Soal keterlambatan itu Neni mengatakan, di tengah krisis keuangan yang terjadi di Bontang ia berupaya untuk mencari dana tambahan sehingga harus melakukan koordinasi terlebih dulu bersama pemerintah pusat.
"Keterlambatan tersebut tidak akan saya biar-biarkan begitu saja, saya tetap berusaha untuk mencari dana tambahan. Entah itu melalui dana kurang salur, bankeu, atau sejenisnya," tutur Neni.

Sedangkan pembayaran insentif periode selanjutnya ia menjanjikan akan dilakukan pada ramadan mendatang karena menyesuaikan dengan mekanisme yang sudah ditetapkan. Yaitu pembayaran dilakukan per triwulan.

"Pembayaran insentif tersebut memang dilakukan per tiga bulan sekali menyesuaikan mekanisme yang ada, pertimbangannya adalah rumitnya pelaporan sehingga diterapkan mekanisme tersebut. Saya berharap ini bisa di pahami," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Sosial dan Ekonomi Sekretariat daerah (Setda) Bontang Taufik menjelaskan, mekanisme pencairan yang saat ini diterapkan ialah per triwulan sekali, gunanya memberikan selang waktu kepada petugas untuk menyusunan laporan secara jelas dan benar.

"Urusan pencairan kan juga berdasarkan pelaporan dari para guru agama, melalui verifikasi kami sehingga sampai dalam tahap pencairan, tidak sekadar mencairkan tapi melalui mekanisme yang ada," ulasnya.

Sedangkan mekanisme pencairan, lanjut Taufik, tidak dilakukan secara tunai melainkan melalui sistem transfer ke rekening yang bersangkutan, karena masing-masing kelompok memiliki perwakilan yang akan mengkoordinir anggotanya.

"Pencairan langsung melalui rekening, saat ini masing-masing guru ngaji, pendeta, pastor, dan guru agama hindu mendapat tunjangan transportasi sebesar Rp 500 ribu per bulan dengan pembayaran per tiga bulan. Artinya, sejak awal tahun mengalami kenaikan yang sebelumnya hanya sebesar Rp 300 ribu per bulan," tutupnya.

Reporter : Slamet Riyadi    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%


Comments

comments


Komentar: 0