PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Aksi Solidaritas Petani Kendeng di Balikpapan, Koordinator FPTB: Selamat Jalan Bu Patmi

Home Berita Aksi Solidaritas Petani K ...

Aksi Solidaritas Petani Kendeng di Balikpapan, Koordinator FPTB: Selamat Jalan Bu Patmi
Gerakan Penyelamatan Teluk Balikpapan usai menggelar konferensi pers terkait aksi solidaritas terhadap petani Kendeng di Sekretariat FPTB Jalan Rengganis Kelurahan Damai Balikpapan Selatan. (Ist)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Forum Peduli Teluk Balikpapan (FPTB) dan Jaringan Advokat Lingkungan Hidup (JAL) Indonesia memberikan dukungan moril terhadap perjuangan para petani yang menolak kehadiran pabrik semen di Rembang, dan sekitar kawasan pegunungan Kendeng.

Duka cita atas kepergian Patmi (48), salah seorang aktivis yang meninggal memperjuangkan penolakan pabrik semen turut dirasakan oleh kelompok yang terdiri dari berbagai unsur penggiat lingkungan ini.

Menurut Koordinator FPTB Husein Suwarno, mempertahankan kawasan karst, dan sumber air bersih serta lahan pertanian bukan hanya kepentingan milik petani, melainkan kepentingan kedaulatan pangan bangsa ini.

"Jelas harus kita dukung," kata Husein Suwarno di Sekretariat FPTB Jalan Rengganis, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Kata Husein, sejak bertahun-tahun petani pegunungan Kendeng kawasan utara berdiri melawan kehadiran pabrik semen. Langkah hukum sudah ditempuh hingga Mahkamah Agung. Namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo justru menerbitkan izin lingkungan baru terhitung sejak Februari 2017.

Perlu diketahui, aksi memasung kaki dengan semen dilakukan sekira 50 aktivis Kendeng sejak 13 Maret lalu agar mereka mendapatkan perhatian Presiden Joko Widodo.

Beratnya perjuangan petani Kendeng semakin terasa saat satu aktivis yang bernama Patmi gugur. Patmi menghembuskan napas terakhirnya di RS St. Carolus Salemba, Selasa 21 Maret sekitar pukul 03.00 dini hari karena sakit. Patmi meninggal setelah beberapa saat kakinya yang dipasung dengan semen dihancurkan. Sebelumnya selama 8 hari aksi cor kaki dilakukan Patmi di depan istana negara.

Kabar itu membuat reaksi atas penolakan pabrik semen tersebut kian masif. Pernyataan sikap oleh FPTB sendiri merupakan bagian dari aksi serentak penolakan semen di daerah daerah termasuk di Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim pada Kamis, 23 Maret kemarin.

"Kalau kita menangis, tentu karena kesedihan yang dalam. Tapi, kita juga menangis sebab Bu Patmi harus pergi sebelum merasakan kemenangan yang ia perjuangkan," lanjut Husein.

"Tangis ini, juga semacam janji bagi kita untuk bersolidaritas menulis merekam ceritanya, mendengar kembali keyakinannya bahwa perjuangan ini, bukan semata tentang dirinya saja. Perjuangan ini, pasti dan tentu untuk jutaan manusia kelak kemudian hari. Agar besok anak cucu kita bisa melihat air mengalir dan memanen jagung, singkong, sayuran dan padi di tanah leluhur itu," tambah lelaki berambut panjang ini.


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :