EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya pemeliharaan fasilitas publik, khususnya kamera pengawas (CCTV) di lingkungan permukiman warga.
Hal ini disampaikan menyusul banyaknya laporan terkait CCTV yang tidak lagi berfungsi akibat minim perawatan.
Menurut Neni, persoalan utama bukan terletak pada pengadaan perangkat, melainkan pada aspek pemeliharaan setelah fasilitas tersebut dipasang.
“Jadi kelemahan kita selama ini adalah tidak dirawat. Padahal setiap yang kita bangun itu harus dirawat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah CCTV di lingkungan rukun tetangga (RT) sudah lama tidak berfungsi. Bahkan di salah satu wilayah, dari tujuh unit yang terpasang hanya tiga yang masih dapat digunakan.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat CCTV yang telah terpasang.
“Kalau masih bisa difungsikan tentu kita perbaiki. Sayang kalau dibiarkan begitu saja,” katanya.
Selain evaluasi dan perbaikan, Pemkot juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengusulkan pemasangan CCTV melalui program RT sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara untuk titik strategis di wilayah kota, pemasangan akan dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan, Pemkot Bontang juga merencanakan penambahan sekitar 150 unit CCTV di berbagai lokasi penting, termasuk area yang rawan pelanggaran seperti pembuangan sampah sembarangan dan parkir liar.
“Untuk 150 itu sudah ada titik yang ditentukan, sepertinya kalau untuk mengganti yang rusak perlu ada pembahasan lagi,” tutupnya.

