05 Desember 2022
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Uang Nasabah Bank Sulselbar Rp 2 M Raib, Begini Kronologinya


Uang Nasabah Bank Sulselbar Rp 2 M Raib, Begini Kronologinya
Nirmalasari Aras menyambangi Bank Sulselbar untuk menanyakan uangnya yang raib. (foto:detik)

EKSPOSKALTIM.COM, Mamuju - Bank Sulselbar tengah mendapatan sorotan akibat sejumah tabungan nasabahnya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat hilang. Salah satu korbannya yakni Nirmalasari Aras.

Nirmalasari menyebut uangnya yang hilang sebesar Rp 2 miliar. Ia pun memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Barat.

"Yang di group tercatat saat ini ada 22 nasabah (kehilangan uang). Saya sudah lapor ke Polda juga," kata salah satu korban, Nirmalasari Aras kepada wartawan, dilansir detik,com, Senin (7/11/2022).

"Berbeda-beda yang hilang. Ada nasabah kehilangan Rp 100 juta dan kalau saya Rp 2 miliar," tambahnya.

Nirmasalari mengatakan awalnya dirinya mendaftar menjadi nasabah di Bank Sulselbar tahun 2019 yang saat itu diajak pegawai bank bernama Hermin. Dia mengaku mengenal pegawai tersebut sehingga tidak menaruh curiga uangnya akan hilang.

"Jadi ada pegawainya Bank Sulselbar yang tawari saya untuk jadi nasabah. Saya juga percaya sama ini pegawai karena memang dia kerja di situ (Bank Sulselbar). Setiap dia temui saya dia juga bawa temannya jadi tidak sendiri," katanya.

Nirmalasari mengaku memang tak pernah ke bank untuk menyetorkan dana tabungannya. Pasalnya ia percaya dengan salah satu sistem yang kini diterapkan bank yakni menjemput dana nasabah atau pick up service, terlebih kepada nasabah prioritas.

"Saya memang tidak setor (datang langsung ke bank). Karena kan ada programnya bank jemput dana nasabah apalagi yang datang ini pegawainya memang dan tidak sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, Hermin tak hanya menjemput dana nasabah namun juga menawarkan program hold atau deposito. Program tersebut diakuinya akan memberikan keuntungan kepada nasabah.

"Jadi menawarkan juga program hold. saya cek saldo beberapa kali waktu ikut program hold itu dan tidak ada dana di rekening. Jadi saya tanya ke itu karyawan na bilang kalau hold memang tidak terbaca di rekening nah saya masih percaya," ujarnya.

"Setelah saya disuruh kalau tidak salah bulan lalu cek rekening karena infonya banyak nasabah kehilangan uang. Saya cek dan memang tidak ada saldoku, hilang," tambahnya.

Nirmalasari menyebut ia telah beberapa kali mendatangi pihak bank bersama nasabah yang menjadi korban. Namun ia mengaku belum menerima informasi terkait kapan uang nasabah akan dikembalikan.

"Kita minta dana nasabah termasuk uang saya bisa kembali. Kalau urusan bank bilang sudah ditangani APH itu beda. Kita nasabah minta kejelasan bagaimana ini uang yang hilang," harapnnya.

Reporter : sumber : detik.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0