02 Desember 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Catat, Ini 7 Resiko Mengerikan Menahan Bersin


Catat, Ini 7 Resiko Mengerikan Menahan Bersin
ilustrasi menahan bersin. (int)

EKSPOSKALTIM.COM - Tak sedikit orang yang sering menahan bersin atas pertimbangan kesopanan. Akan tetapi, mungkin Anda bisa berpikir dua kali sebelum melakukan hal tersebut lagi. Pasalnya, ada berbagai bahaya menahan bersin yang tak boleh disepelekan. 

Bersin adalah sebuah refleks yang kuat. Udara yang dikeluarkan saat bersin bisa mencapai kekuatan hingga 150 km per jam. Karena itulah, menahan bersin dengan menutup lubang hidung dan mulut adalah cara yang kurang tepat.

Apalagi bersin berguna untuk melepaskan iritan atau kuman yang berpotensi mengganggu tubuh. Jika Anda menahan bersin, maka dapat mendorong tumbuhnya bakteri atau memicu asma. 

Nah, berikut adalah beberapa komplikasi akibat menahan bersin yang perlu Anda ketahui lebih dalam: 

1. Gendang Telinga Pecah

Saluran telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan saluran yang saling berhubungan. 

Menahan bersin dapat meningkatkan tekanan dalam tuba eustachius di telinga dan mendorong gendang telinga. Dorongan yang kuat ini bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga dan pendengaran menjadi rusak.

2. Infeksi Telinga Tengah

Bersin merupakan refleks normal yang berfungsi membersihkan saluran dari partikel dan benda-benda asing, termasuk debu, kuman, dan lain-lain. 

Dengan menahan bersin, benda asing yang seharusnya dibuang dapat malah masuk kembali semakin dalam akibat aliran udara balik. Saat kuman masuk hingga ke saluran telinga, dapat terjadi infeksi.

3. Pecahnya Pembuluh Darah

Terdapat banyak sekali pembuluh darah kecil di hidung, mata, bahkan gendang telinga. Meski jarang, menahan bersin dapat menyebabkan pembuluh kecil ini jadi tertekan hingga kemudian pecah. 

Pembuluh yang pecah ini biasanya menimbulkan gejala sederhana seperti mata yang kemerahan. 

4. Kerusakan Tenggorokan

Seorang pria di Inggris dilaporkan mengalami robek tenggorokan hingga tak mampu makan dan bicara setelah berusaha menahan bersin dengan menutup hidung dan mulutnya. 

Meski jarang, bahaya menahan bersin ini bisa saja terjadi. Kecepatan udara yang tinggi saat menahan bersin dapat merusak organ lainnya yang seharusnya tidak terdampak. 

5. Cedera Diafragma

Diafragma merupakan otot yang menjadi "batas" antara dada dan perut Anda. Menahan bersin dapat membuat udara yang tertekan terjebak dalam ruang diafragma, menyebabkan kolaps paru-paru. 

Tentunya kondisi ini dapat mengancam nyawa dan harus segera mendapat pertolongan medis darurat. Itulah mengapa sebisa mungkin Anda tidak berusaha menahan bersin. 

6. Aneurisma Otak

Aneurisma adalah kondisi di mana terdapat area yang menggelembung dan lemah pada pembuluh darah. Hal ini kerap terjadi salah satunya pada pembuluh darah di otak. 

Pembuluh yang mengalami aneurisma merupakan bagian yang mudah pecah, dan menahan bersin dapat memicu hal ini.

7. Patah Rusuk

Menahan bersin berarti membuat udara bertekanan tinggi dipaksa masuk ke dalam paru-paru. Alhasil, hal ini dapat menyebabkan rusuk yang mengelilingi paru-paru menjadi patah.

Apabila Anda memang harus menahan bersin atau meredam suara bersin, gosoklah hidung atau area di atas bibir. Perhatikan juga etika bersin yang benar, agar Anda tidak mengganggu orang lain apalagi menularkan penyakit.

Saat bersin, tutupi hidung dan mulut dengan tisu atau lengan bagian dalam. Lebih baik lagi, gunakan masker saat Anda sedang sakit atau berada dalam kondisi yang rawan memicu bersin. Jangan lupa untuk rajin mencuci tangan pada saat-saat yang dianjurkan, terutama setelah bersin.

Reporter : sumber: klikdokter.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0