26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini : Kembalikan Hak Anak, Stop Eksploitasi


Opini : Kembalikan Hak Anak, Stop Eksploitasi
Mila Muliani (Mahasiswi IAIN Samarinda)

EKSPOSKALTIM.COM -  Masa anak-anak merupakan masa yang sangat berharga. Dimana mereka dapat menikmati masa anak-anaknya dengan teman sebaya untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi.

Namun dalam realitas kehidupan sehari-hari, seperti yang kita ketahui telah banyak kasus mengenai eksploitasi anak. Anak dijadikan sebagai “mesin pencari uang” bagi orang dewasa. Seperti memanfaatkan anak untuk mengamen dipinggir jalan, menjajakan koran, dan lainnya.

Sebenarnya apa sih eksploitasi anak itu?

Eksploitasi anak adalah tindakan sewenang-wenang dan perlakuan yang bersifat diskriminatif terhadap anak, yang dilakukan oleh masyarakat ataupun keluarganya sendiri dengan tujuan memaksa si anak tersebut untuk melakukan sesuatu tanpa memperhatikan hak anak. Seperti perkembangan fisik dan mentalnya dikemudian hari.

Baca Juga: Usai Duduki DPRD Bontang, Mahasiswa Kobarkan Api Penolakan Omnibus Law di Simpang Ramayana

Eksploitasi anak masuk dalam pelanggaran HAM, karena melanggar hak asasi manusia khususnya hak untuk anak. Hak Anak yang seharusnya memiliki kebebasan untuk bermain, belajar dan bersosialiasi justru direnggut kebebasannya oleh orang lain.

Dalam hal ini peraturan mengenai hak anak terdapat dalam Keputusan Presiden nomor 36 tahun 1990 tentang disahkannya Convention of the Right of The Child yang disetujui oleh PBB. Yang mana disebutkan “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak perlindungan dari kekerasan dan deskriminasi”.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya eksploitasi terhadap anak. Salah satu faktornya adalah karena masalah ekonomi. Karena perekonomian, keluarga orang tua rela mencari celah untuk menyuruh anaknya mengemis, mengamen dan lain-lain.

Dengan adanya eksploitasi terhadap anak, banyak anak anak yang tidak dapat menikmati hak-hak yang dimilikinya seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk tumbuh dan berkembang, serta hak mendapatkan kasih sayang dari orangtua.

Lihat Juga: VIDEO : Gelar Aksi Solidaritas Puluhan Jurnalis Bontang Datangi Polres

Hal ini menyebabkan mental anak menjadi tidak baik dan mempengaruhi psikologis anak itu sendiri. Dengan begitu kita sebagai orang tua wajib untuk melindungi dan memenuhi hak anak. Anak merupakan generasi penerus bangsa, stop eksploitasi anak!

Penulis : Mila Muliani  (Mahasiswi IAIN Samarinda)

Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0