EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Untuk memaksimalkan pelayanan di tingkat Kelurahan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang akan menambah tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Bontang.
Penambahan itu, sebagai penunjang dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan KB di masa kini. Hal ini diungkapkan Kepala DPPKB Bontang, Bakhtiar Mabe saat dihubungi, Rabu (9/9/2020) sore.
Baca juga: Disdikbub Bontang Sambut Antusias Bantuan Kuota Internet Gratis Kemendikbud
Bakhtiar (akrab Ia disapa) mengatakan, saat ini, baru lima tenaga penyuluh di Bontang. Sehingga pihaknya berencana setiap kelurahan di Bontang memiliki penyuluh KB ditambah tiga kecamatan.
Dengan begitu, kata dia, mereka dapat menguasi wilayah masing-masing. Artinya bisa memperkecil beban dalam setiap penyuluh.
“Tahun ini rencananya kita tambah. Sekarang kan masih keteteran, karena masih merangkap. Tenaga penyuluhnya masih sedikit,” katanya.
Dengan adanya penambahan itu, dapat mempermudah dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya ber-KB. Mengingat dalam melakukan penyuluhan tidak mudah. Perlu pendekatan kepada masyarakat agar diterima dengan baik.
“Tidak modal bicara saja. Paling tidak bisa mempengaruhi untuk mengikuti program KB itu. Mudah-mudahan kalau tidak ada hambatan, di Bulan Oktober ini sudah ada penambahan. Sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” harapnya.
Baca juga: Bantuan Rp 500 Ribu Sudah Disalurkan, Begini Cara Ngeceknya
Untuk diketahui, tugas Penyuluh KB berfungsi merencanakan, mengorganisasikan, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program kependudukan dan KB, serta program pembangunan lainnya di tingkat Desa/Kelurahan.
Adapun perannya, pertama; pengelola pelaksanaan kegiatan program kependudukan dan KB di desa/kelurahan. Kedua; penggerak partisipasi masyarakat dalam program kependudukan dan KB di desa/kelurahan. Ketiga; pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program kependudukan dan KB di desa/kelurahan. Keempat; menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak, dalam pelaksanaan program kependudukan dan KB di desa/kelurahan dampingi anak untuk mandiri. (adv)

