27 Februari 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Madrid Juarai Piala Super Spanyol, Atletico Kembali Gigit Jari


Madrid Juarai Piala Super Spanyol, Atletico Kembali Gigit Jari
Luka Modric dihadang Renan Lodi pada laga Real Madrid vs Atletico Madrid di Piala Super Spanyol, Senin (13/1/2020). (AFP/Fayez Nureldine)

EKSPOSKALTIM.com, Spanyol - Laga final Piala Super Spanyol yang mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid berlangsung sengit di King Abdullah Sports City, Senin, (13/1/2020) dini hari WIB.

Laga berlangsung imbang 0-0 hingga babak tambahan. Sampai akhirnya Madrid sukses menyudahi perlawanan rival sekotanya itu via babak adu penalti dengan skor 4-1.

Baca juga: Liverpool Bungkam Tottenham, Firmino Akui Kecewa Berat

Bagi Madrid, titel ini merupakan yang ke-11 bagi mereka. Sementara Atletico lagi-lagi mesti gigit jari. Pasalnya, ini jadi kegagalan kelima mereka di gelaran Piala Super Spanyol.

Zinedine Zidane mengaplikasi pakem yang sama saat melawan Valencia di babak semifinal. Luka Jovic yang jadi penyerang tengah, dibantu Luka Modric dan Isco di belakangnya. Sementara Federico Valverde diplot untuk bertandem dengan Casemiro dan Toni Kroos.

Setali tiga uang dengan Zidane, Diego Simeone juga masih setia dengan komposisi sebelumnya. Alvaro Morata dan Joao Felix pada departemen serangan.

Hector Herrera juga masih dipercaya mengisi pos gelandang tengah bersama Thomas Partey. Terhitung hanya sektor bek sentral yang diganti Simeone. Jose Gimenez tampil sebagai starter untuk menggantikan Stefan Savic.

Pertandingan berjalan relatif seimbang. Secara penguasaan bola, Madrid memang lebih unggul dengan persentase 69,5%. Namun, itu tak lantas membuat mereka mampu menuai banyak peluang.

Pertahanan Atletico terlalu solid untuk bisa ditembus Madrid. Isco sang kreator serangan utama berhasil dimatikan oleh Los Colchoneros. Begitu pula Modric dan Valverde yang intens bergerak ke sisi kanan.

Itulah mengapa dua shoot on target Madrid tercipta dari tendangan di luar kotak penalti. Tembakan Casemiro dan Modric itu masih terlalu lemah untuk melumpuhkan Jan Oblak.

Di sisi lain, garis pertahanan yang relatif rendah juga membuat Atletico kesulitan untuk melancarkan serangan. Ditambah lagi dengan penyelesaian akhir yang kurang maksimal dari Felix dan Morata. Sepasang tembakan mereka masih melenceng ke sisi kanan gawang Thibaut Courtois.

Tak ada gol tercipta di 45 menit pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Tak ada perubahan siginifikan pasca-rehat. Madrid masih intens menguasai bola, sedangkan Atletico lebih sibuk bertahan.

Madrid sebenarnya mendapatkan peluang emas di menit 50. Sayang, sepakan Jovic masih melebar tipis ke sisi kiri gawang Oblak.

Untuk mendongkrak agresivitas, Simeone lantas memasukkan Vitolo. Perlu diingat bahwa keberhasilan Atletico menjungkalkan Barcelona di semifinal terkait dengan kecerdikan Simeone dalam melakukan subtitusi pemain.

Selain pertahanan yang kokoh dari masing-masing kubu, penyelesaian akhir yang buruk membuat laga ini terkesan monoton.

Modric dan Valverde misalnya, gagal mengonversi kans di pertengahan babak kedua. Pemain yang disebut belakangan malah mendapatkan peluang emas di menit 66. Akan tetapi, bola hasil tandukkannya di mulut gawang masih melenceng dari sasaran.

Zidane sebenarnya juga sudah memasukkan Rodrygo dan Mariano, dua pemain yang unggul soal kecepatan. Namun, itu belum cukup untuk melumpuhkan pertahanan Atletico. Skor masih 0-0, pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Pertandingan berjalan lebih seru di babak tambahan. Kedua kubu lebih all out dalam menyerang. Saat itu pula para penjaga gawang menunjukkan kredibilitasnya.

Courtois lebih dulu unjuk gigi kala sukses menepis upaya Morata dan Vitolo dari jarak dekat. Oblak tak kalah jago, dia berhasil mengukir double saves saat menepis tendangan Modric dan Mariano.

 Sering Cemburu dengan Mantan Pacar Pasangan? Ini Tipsnya

Hingga akhirnya, Madrid mendapatkan petaka di menit 116. Valverde diusir wasit usai menjegal Morata dari belakang. Mulai dari sini, permainan Atletico kian agresif. Akan tetapi, lagi-lagi Courtois jadi pahlawan usai menepis tendangan Correa.

Skor masih sama kuat. Pemenang ditentukan melalui babak adu penalti.

Babak adu penalti tak berjalan mulus buat Atletico. Saul Niguez yang jadi penendang pertama mereka gagal gara-gara tiang gawang. Disusul dengan sepakan Thomas Partey yang sukses ditepis Courtois.

Berbanding terbalik dengan Madrid yang berhasil mengeksekusi empat tendangan dari titik putih. Ya, Madrid-lah yang jadi pemenang di laga tersebut sekaligus peraih trofi Piala Super Spanyol musim ini.

Reporter : Sumber: kumparan.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0