09 Desember 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Demo Aliansi Kaltim Bersatu 2 Berakhir Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi


Demo Aliansi Kaltim Bersatu 2 Berakhir Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi
Mahasiswa mencoba masuk menerobos pintu gerbang DPRD Kaltim, namun dihalau oleh petugas menggunakan water canon. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Kaltim Bersatu kembali melakukan unjukrasa di depan Kantor DPRD Kaltim, Kamis (26/9/2019). Aksi yang diikuti oleh elemen masyarakat, mahasiswa, pelajar, buruh, dan masyarakat sipil ini, berakhir ricuh. Pengunjuk rasa terlibat bentrok dan kejar-kejaran dengan aparat kepolisian.

Awalnya aksi yang dimulai pukul 11.00 Wita berjalan damai. Massa sebelumnya berkumpul di Masjid Islamic Center, yang kemudian longmarch sejauh 1 kilometer menuju gedung DPRD Kaltim, di Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Baca juga: Dewan Kaltim Usulkan APBD Lebih Transparan

Sesampainya di gedung DPRD Kaltim, massa kemudian menyampai aspirasinya. Mereka membawa enam poin tuntutan. Yaitu, mendesak presiden mengeluarkan Perpu terkait UU KPK, tolak segala UU yang melemahkan demokrasi, tolak TNI dan polri menempati jabatan sipil, bebaskan Aktivis pro demokrasi, hentikan militerisme di Papua, hingga tuntaskan pelanggaran HAM.

“Begitu banyak pro dan kontra. Tapi kami, seluruh mahasiswa yang hadir adalah tidak ada bayaraan atau ditunggangi sama sekali. Aksi ini membludak, ada warga, pemuda, pelajar, dan mahasiwa. Karena keresehan mereka. Jadi ini tidak ada tunggangan sama sekali. Saya tegaskan itu,” kata koordinator aksi, Defiansyah.

Massa kemudian ditemui oleh Anggota DPRD Kaltim, di antaranya Rusman Yaqub (Fraksi PPP), Sarkowy V Zahry (Fraksi Golkar), Martinus (Fraksi PDIP) dan lainnya menemui mahasiswa dengan menyampaikan pendapatnya masing-masing.

Rusman mengatakan, aksi ini harus berjalan dengan baik dan kondusif, sebagai bagian dari semangat demokrasi yang harus terus diperjuangkan. “Pada prinsipnya, kami sangat setuju dengan aspirasi mahasiswa. Kami di DPRD sangat menghargai seluruh tuntutan teman-teman semua. Tapi kita tidak bisa berbuat banyak, karena itu bukan kewenangan kami,” katanya.

“Kita sepakat seluruh fraksi, tuntutan mahasiswa akan sama-sama kita sampaikan ke pemerintah pusat dan DPR RI. Kami siap memperjuangkan bersama-sama ade-ade semua,” tambah Rusman.

Anggota DPRD Kaltim lainya, Sarkowy, mengajak mahasiswa untuk berdialog bersama jika memang ada yang perlu dibicarakan, “Jika masih ada yang perlu ditanyakan, kami bersedia menerima teman-teman di dalam (gedung DPRD Kaltim). Tapi satu hal yang diminta, tolong jaga kekompakan. Jaga kedamaian, jangan sampai misi yang mulai ini dikotori dengan hal-hal yang tidak baik,” imbuhnya.

Namun mahasiswa menolaknya, mereka ingin seluruh peserta dapat masuk ke kantor wakil rakyat itu. Sekitar pukul 13.30 Wita, aksi mulai memanas. Massa mulai merusak kawat duri yang sejak awal telah membentang di sepanjang pagar kantor DPRD Kaltim. Mahasiswa mencoba masuk menerobos pintu gerbang.

Polisi berusaha menenangkan, dengan cara meminta meminta perwakilan saja yang masuk untuk beraudiensi. Bahkan polisi mengajak mahasiswa untuk bersholawatan.

Sekitar pukul 14.30 Wita, situasi tak kondusif. Mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat bentrokan. Mahasiswa berusaha masuk menduduki gedung wakil rakyat. Saling lempar pun tak terhindarkan.

Baca juga: Peringati WCD, Ratusan Warga Samarinda Bersihkan Tepian Mahakam

Massa mencoba menerobos barikade polisi di pintu Timur dan Barat. Polisi menyemprotkan water canon dan gas air mata. Hingga pukul 18.00 massa dan aparat keamanan masih bersitegang.

Akibat bentrokan ini, dikabarkan ratusan orang mengalami luka-luka,baik dari mahasiswa maupun aparat kepolisian. Ada yang dibawa ke rumah sakit maupun mendapat pertolongan di meeting poin Dinas Pekerjaan Umum, tak jauh dari lokasi kejadian.

Situasi berhasil benar-benar kondusif pada malam hari, sekitar puku 21.00 Wita. Massa mulai membubarkan diri. Jalan Teuku Umar kembali dibuka kembali. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0