EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dalam rangka peringati bulan K3 Nasional 2019, PT Pupuk Kalimantan Timur laksanakan Survey Budaya K3 yang diikuti karyawan dan management PT Pupuk Kaltim. Hal ini bagian dari program Safety Culture Pupuk Indonesia.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tingkat budaya K3 di Pupuk Kaltim, sebagai langkah menuju Zero Lost Time Accident," ucap Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kaltim, Satriyo Nugroho, di Ruang Mahoni, Kantor Utama PT Pupuk Kaltim, Selasa (29/1/2019) pagi.
Baca Juga: 437 Pendamping Desa Disebar di Tujuh Kabupaten se-Kaltim
Dijelaskan, metode pengukurannya sendiri dengan menggunakan kuesioner, yang harus diisi oleh level top management, middle management, pelaksana dan kontraktor untuk menilai tingkat budaya K3 di Pupuk Kaltim.
"Terimakasih kepada seluruh karyawan Pupuk Kaltim, atas pencapaian 20.758.223 jam kerja aman tanpa kecelakaan hingga Desember 2018," ungkapnya.
Diharapkan, kedepan seluruh karyawan dapat meningkatkan pencapaian jam kerja bebas kecelakaan kerja. Berperan aktif untuk terus melakukan berbagai upaya dibidang K3, serta membudayakan K3 sebagai kontribusi untuk membangun perusahaan.
"Apabila hal ini terlaksana dengan baik, maka kasus kecelakaan dan penyakit akibat bekerja dapat ditekan, sehingga biaya-biaya akibat adanya kasus tersebut dapat dihindari. Mari budayakan bekerja dengan aman karena keluarga kita menanti dirumah," ujarnya.
Baca Juga: Kapendam VI/Mlw Beri Pengarahan Tentang Penggunaan Media Online
Sementara, konsultan K3, Bambang Mucahyono berpesan kepada seluruh karyawan agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, guna terus menjaga kredebilitas perusahaan juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam bekerja.
"Mari bersama-sama kita budayakan K3, baik dilingkungan kerja maupun di rumah," imbuhnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan Survey Budaya K3 tersebut diikuti jajaran management PT Pupuk Kaltim, Karyawan, serta Kontraktor yang ada di Pupuk Kaltim. (adv)

