EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan fasilitas penunjang di Bandara APT Pranoto Samarinda.
Desakan tersebut menyusul adanya insiden pesawat yang gagal mendarat beberapa waktu lalu. Penyebabnya, dikarenakan cuaca buruk yang menyebabkan rencana pendaratan pesawat tertunda hingga mendekati waktu malam.
Baca juga: Pangdam VI/Mlw Beri Tali Asih ke Gereja GPDI Eben Haezer PPU
Bandara APT Pranoto sendiri, belum bisa difungsikan waktu malam hari karena tidak adanya lampu penerangan di landasan pacu atau runway.
“Kita mendesak kepada Kementerian Perhubungan untuk bisa meningkatkan fasilitas bandara APT Pranoto, khususnya soal lampu penerangan agar bisa difungsikan hingga waktu malam seperti di Balikpapan,” katanya, Sabtu (19/1/2019).
Menurut politikus PAN ini, Komisi III DPRD Kaltim segera akan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Sebab, dengan kejadian ini tentu yang dirugikan masyarakat, khususnya pengguna jasa penerbangan.
“Kita akan menindaklanjuti ini sampai tuntas,” imbuhnya.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Agus Suwandy menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Bandara APT Pranoto perihal hal tersebut.
“Saya sudah kontak Kepala UPBU (Unit Pengelala Bandar Udara) APT Pranoto, Pak Dody dan Kadishub Kaltim, Pak Salman Lumoindong untuk bicara dengan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub memasang lampu di runway,” ujarnya.
Kata Agus, pihak UPBU APT Pranoto sudah menyampaikan permintaan tersebut kepada Ditjen Perhubungan Udara.
“Ada opsi sambil menunggu penyediaan lampu itu, kita gunakan lampu runway di bandara Temindung. Meskipun dari hitungan, juga tidak mencukupi, sebab runway di APT Pranoto panjangnya 2.250 meter, sedangkan Bandara Temindung panjang runway-nya hanya 900 meter,” ungkapnya.
Agus menilai, persoalan ketiadaan lampu di runway APT Pranoto merupakan kesalahan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub. Sebab, kata dia, dalam rapat kerja terakhir antara Komisi III DPRD Kaltim dengan Dishub Kaltim dan UPBU pada Oktober 2018 lalu, dijanjikan jika yang mendanai pembelian lampu runway bersumber dari APBN melalui Ditjen Perhubungan Udara. Akan tetapi, dalam pembahasan APBN 2019, diketahui tidak masuk rencana anggaran tersebut.
“Tapi nyatanya kan tidak ada. Kalau saja saat itu dijawab pembelian lampu dari APBD Kaltim, pasti kita akan anggarkan di APBD-Perubahan Kaltim 2018. Sekarang semuanya jadi berantakan,” ucapnya.
Baca juga: Bawaslu Kaltim Deteksi Empat Daerah Rawan Penyalahgunaan Kekuasaan pada Pemilu
“Perlu juga diingat, cuaca buruk seperti sekarang akan berlangsung hingga bulan Maret di Samarinda. Kalau tidak ada lampu di runway, kekacauan penerbangan di Samarinda akan terjadi selama 2,5 bulan,” kata Agus.
Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan, lampu runway sangat vital untuk keselamatan penerbangan. Ketiadaan lampu itu sangat memalukan dan menimbulkan kekacauan di bandara, penumpang dirugikan.
“Penumpang yang seharusnya diturunkan di Samarinda, diturunkan di Balikpapan, sudah cost bertambah, penumpang juga kehilangan waktu banyak naik angkutan dari Balikpapan ke Samarinda,” tandasnya. (*)
Video Terkini EKSPOS TV: Mengenal Seni Bela Diri Tarung Derajat di Bontang
ekspos tv

