23 Januari 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tiga Anggota DPRD Kaltim Dituntut Mundur, Diduga Terlibat Korupsi Bansos


Tiga Anggota DPRD Kaltim Dituntut Mundur, Diduga Terlibat Korupsi Bansos
LSM Jaringan Muda Pembaharu (Jamper) Kaltim melakukan unjuk rasa di DPRD Kalttim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (10/1). (EKSPOSKaltim/Muslim).

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Mahasiswa yang tergabung dari LSM Jaringan Muda Pembaharu (Jamper) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan unjuk rasa di DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (10/1/2019).

Mereka mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim untuk memproses pemecatan terhadap tiga anggota DPRD Kaltim. Ketiganya, adalah A, WH dan AS.

Baca juga: Laporan Dana Kampanye, PAN Kaltim Dapat Sumbangan Tertinggi

Menurut Jamper, mereka diduga telah terlibat dalam perkara kasus korupsi dana bansos dan hibah APBD Kaltim tahun 2013 kepada sejumlah yayasan pendidikan di Kabupaten Kutai Barat. Yakni Yayasan Pendidikan Sendanwar Sejahtera, Yayasan Sekar Alamanda Dan Yayasan Permata Bumi Sendawar) Kubar.

Dalam perkara yang dilakukan oleh Kajari Kab Kubar tersebut, negara dirugikan mencapai Rp 18 miliar.

"DPRD Kaltim harus dibersihkan dari mafia-mafia bansos, BK harus nengambil langkah," tegas Ketua Jamper Kaltim, Ahmadi.

“Kami sudah pernah ke Kejati Kaltim dan mereka berkoordinasi dengan Kajari Kubar perihal dugaan keterlibatan tiga oknum anggota DPRD Kaltim yang disebut namanya. Dalam kasus ini sendiri sudah ada dua terdakwa,” jelasnya.

Jamper pun meminta kepada BK DPRD Kaltim untuk memanggil oknum tersebut dan memproses pelanggaran kode etik berupa pemecatan.

"Oknun anggota DPRD Kaltim inisial A, WH dan AS yang diduga menerima aliran dana korupsi tiga yayasan pendidikan di sendawar Kubar harus dipanggil, dan juga ditindaklanjuti," tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun media ini, A dan AS merupakan wakil rakyat dari Fraksi Partai Hanura. Sedangkan WH dari Partai Demokrat.

Ketua BK DPRD Kaltim Dahri Yasin membenarkan hal tersebut. Dalam audiensi dengan mahasiswa dari Jamper itu, Dahri berjanji akan segera memproses laporan tersebut.

Baca juga: Pungutan Ijazah SMKN 11 Samarinda Disebut Hoax

“Ketika ada laporan dari masyarakat, pasti kita akan tindaklanjuti. Selama ini kita sudah menyelesaikan dan memutuskan dua kasus dari tiga kasus laporan dugaan pelanggaran kode etik,” jelasnya.

Menurut Dahri, pihaknya akan segera memangil wakil rakyat yang bersangkutan. Sebab laporan ini menjadi dasar untuk menginvestigasi. Termasuk adanya putusan pengadilan.

"Jadi sebelum mahasiswa menyampaikan ini, secara pribadi kita sudah komunikasikan dengan pihak kejaksaan, dibenarkan bahwa ini dalam proses. Kalau ada pelanggaran kode etiknya pasti kita akan tindak. Kita akan cari celah dalam aspek pelanggaran kode etiknya. Sekarang ini masih dalam ruang lingkup praduga tak bersalah.Tapi kalau aspek kode etik ada pelanggarannya pasti akan kita proses," pungkasnya. (*)

Video Terkini EKSPOS TV: Cawapres Sandiaga Uno Silaturahmi ke Bone

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0