15 Desember 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI: Generasi Rusak Bagaikan Bom Waktu


OPINI: Generasi Rusak Bagaikan Bom Waktu
Fatmawati Thamrin (Ibu Rumah Tangga).

EKSPOSKALTIM.com- Dilansir liputan6.com (13/9/2018) bulan lalu, seorang pelajar berinisial AL (17), warga Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku menemukan bayi baru lahir di teras rumah kosong, di Desa Balung Kulon.Namun, pengakuan itu terendus polisi sebagai aksi tipu-tipu. Pengakuan itu ternyata hanya akal-akalan untuk menutupi aib pergaulan bebas sehingga pacarnya hamil dan melahirkan.

Awalnya hanya teman, kemudian pacaran, karna sudah semakin dekat, timbullah nafsu. Kemudin melakukan hubungan sex. Inilah pergaulan remaja saat ini jauh dari moral yg baik.Seakan lupa kalau Allah tau apa saja yang dilakukkan hambanya. Semakin maraknya pergaulan bebas ini akibat sistem sekuler telah melahirkan generasi yang rusak bagi masa sekarang dan masa yang akan datang.

Baca juga: Matangkan Strategi, Timses Jokowi-Maruf di Kaltim Bakal Rapat Akbar

Zaman now, orang dewasa sampai anak-anak tidak ada yang tidak mengenali smartphone alat digital yang setiap orang dapat bersosialisasi dengan siapa pun dengan media sosial tentunya. Ada facebook, instagram, tweeter, whatsapp, dan lain-lain.

Media sosial tidak akan terlepas dari pengaruh positif maupun negatifnya, dampak itu tergantung dari sipenggunanya sendiri. Walaupun masa remaja merupakan masa yang dapat dikatakan sangat kritis karena memasuki masa pencarian transisi pencarian jati diri. Namun remaja juga bisa membatasi diri sendiri dengan norma dan moral yang baik. Pembentukan karakter sejak dini termasuk saat remaja sangatlah penting bagi masa depan diri remaja itu sendiri, dan lebih luas lagi bagi masa depan bangsa. Remaja sebagai penerus bangsa yang memiliki karakter yang baik, kuat, dan tangguh tentunya akan bisa membuat Negara ini maju.

Di sisi lain, fenomena gay juga tak kalah meresahkan warga. Dilansir tribunnews.com (9/10/2018), grup gay di Garut membuat warga terutama orangtua menjadi resah. Bahkan satu di antara empat grup gay di Facebook dikhususkan bagi siswa SMP dan SMA.

Sementara, detik.com dalam terbitannya pada 8 Oktober 2018 kemarin mengemukakan kemunculan grup kelompok gay di facebook yang anggotanya diduga pelajar tingkat SMP dan SMA di Garut membuat geger. Jumlah anggotanya mencapai tiga ribuan. Angka itu pun diamini Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.

Sangat mencengangkan gay semakin merambah ke remaja. Seakan akan sudah hal yang lumrah bagi remaja remaja ini. Karena di medsos ada yang pro dan kontra. Ketika termakan dengan bahasa hak asasi semakin mereka merasa ini wajar saja. Semakin parah saja wajah generasi muda ini. Yang semua itu adalah gaya hidup barat yang ditiru oleh masyarakat kita, bahkan remaja.

Media digital sebagai produk tekhnologi Barat merupakan “madaniyah” yang sarat dengan “hadhoroh(peradaban) barat” terbukti sebagai mesin perusak dan penghancur generasi muslim.

Baca juga: Matangkan Strategi, Timses Jokowi-Maruf di Kaltim Bakal Rapat Akbar

Solusi sistem sekuler tidak akan mampu menyelesaikan masalah pergaulan bebas secara tuntas, bahkan menyimpan bom waktu masalah yang siap meledak untuk menghancurkan peradaban manusia.

Dengan berbagai problema di atas, Islam hadir dengan segenap aturan mulia yang berfungsi untuk mengatur segala tatanan kehidupan baik yang mengatur hubungan dengan Allah, dengan sesama maupun terhadap diri sendiri, yang mana apabila kita mengadopsi dan menerapkannya kita mendapatkan kemuliaan dunia dan akherat. Jika Amerika menghabiskan ratusan juta dolar untuk penelitian dalam mengatasi problem sosial di masyarakatnya, maka dengan bahasa elegan Sayyid Quthb berujar, “Islam melenyapkan kebiasaan yang telah mengakar di masyarakat jahiliah hanya dengan beberapa lembar ayat Quran.

Islam memiliki solusi mengakar untuk menciptakan masyarakat yang sehat jiwanya. Islam dengan seluruh risalahnya yang luhur telah menjaga bangunan masyarakat dengan penjagaan yang sempurna. Akidah dan hukum-hukum Islam telah menjaga 8 (delapan) hal yang ada dalam masyarakat yakni: (1) memelihara agama; (2) memelihara jiwa; (3) memelihara akal; (4) memelihara keturunan; (5) memelihara harta benda; (6) memelihara kehormatan; (7) memelihara keamanan; (8) memelihara negara.

Selain kewajiban amar makruf nahi mungkar serta peran terhormat kaum Muslim untuk menjaga masyarakat, Islam juga telah memberikan sebuah sistem yang satu dan komprehensif yang akan memberi kesembuhan masyarakat yang sakit seberapapun parahnya. Sistem ini tiada lain adalah sistem Islam. Sebagaimana perkataan Utsman bin Affan ra: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan oleh al-Quran.”

Sebagai pemimpin umum umat Islam akan mengatur berbagai interaksi sosial dan menghilangkan berbagai penyakit di dalam masyarakat dengan akidah dan hukum-hukum Islam yang mulia, yang akan menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas dan mengelola media untuk penanaman aqidah, ketaatan terhadap Islam dan pencerdasan umat tentang Islam sebagai ideologi. WalLâhua’lambiash-shawâb.

Penulis: Fatmawati Thamrin (Ibu Rumah Tangga)

Video Lembaga Adat Kutai Besar Kutim Perkenalkan Pesta Adat Pelas Tanah 3 di Jakarta

ekspos tv

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0