15 November 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI: Pejabat Kian Terjerat Korupsi


OPINI: Pejabat Kian Terjerat Korupsi
Nur'aini (Mahasiswi jurusan Tarbiyah prodi PAI Sangatta). (Istimewa/EKSPOSKaltim)

EKSPOSKALTIM.com - Tidak lagi menjadi sebuah aib, bahwasanya tindakan-tindakan para pejabat publik, terkategori politisi, pegawai negeri, atau bahkan para penyandang jabatan penting, dengan cara tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik, dan itupun demi mendapatkan keuntungan secara sepihak. Tidakan-tindakan korupsi semakin melebar, fenomena yang terjadi secara terus menerus dan berulang setiap kali memiliki kesempatan dan waktu yang diberikan.

Tidak heran sidang kasus yang diajukan oleh pihak KPK selalu ramai pengunjung. Pejabat-pejabat kian terjerat oleh kasus korupsi yang seolah-olah merupakan hal yang sudah lumrah dan tak asing lagi, sudah bukan merupakan sebuah aib bagi diri, keluarga bahkan negaranya sendiri.

Baca juga: OPINI: Urgensi Ulama di Masa Kekinian

Bagaimana mungkin fenomena korupsi ini pun terjadi lagi, bahwasanya Menteri Sosial mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Hal ini ia lakukan setelah menerima surat perintah penyidikan (SPDP) KPK pada hari Kamis 23 Agustus 2018 kemarin. KPK menduga adanya keterlibatan Idrus Marham dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU di Riau sebesar Rp 500 juta. Padahal beliau telah memiliki harta hingga bermiliaran rupiah tercatat Rp. 9.531.079.160 dan 40.000 dollar Amerika, itu pun belum termasuk harta bergerak yang dimilikinya. Harta berupa tanah dan bangunan tersebar di beberapa daerah, belum lagi alat-alat transportasi lainnya.

Belum lagi, kasus Zumi Zola Gubernur Jambi yang ditetapkan sebagai tersangka yang menerima hadiah terkait beragam proyek sekitar 6 miliar, kemudian Setya Novanto yang kasusnya melalui sidang yang berbelit-belit akhirnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP, adapun Anas Urbaningrum tersangka kasus pemberian dan janji proyek wisma atlet Hambalang. Belum lagi Angelina Sondakh tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet Jakabaring dalam rangka SEA Games. Dan masih banyak lagi terkait kasus-kasus yang serupa dan tidak lain merupakan para pejabat-pejabat yang memiliki posisi posisi penting.

Padahal harta-harta dunia, apabila dipikirkan sedikit maka akan semakin sedikit pula jumlahnya. Namun ketika harta tersebut di syukuri, maka seberapapun yang kita miliki hanyalah merupakan titipan dari sang maha pencipta sekaligus pengatur manusia yakni Allah SWT yang akan terus ada. Bukankah dikatakan di dalam Al-Qur’an bahwa sesungguhnya Allah SWT memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q.S. Ali –Imron : 37)

Baca juga: OPINI: Potret Generasi Alay

Kalau ditimbang timbang dengan jumlah pengangguran yang ada di Indonesia serta rakyat miskin negeri ini, maka betapa merugikannya para pejabat-pejabat yang terus menerus berkesempatan melakukan tindakan korupsi, terlebih hal tersebut dilakukan semata-mata untuk memperkaya diri sendiri. Hal ini semakin jelas membuktikan bahwa demokrasi merupakan sebuah jalan yang memuluskan para koruptor untuk mengeruk dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Bahwasanya kekuasaan yang di sandang dan diperebutkan dalam sistem demokrasi ini merupakan sebuah kekuasaan yang semakin merugikan dan menyempitkan rakyat, karena bagaimana tidak sistem demokrasi dapat disamakan dengan istilah dari uang, oleh uang dan untuk uang. Betapa kita rasakan di zaman ini dengan sistem yang ada sekarang ini, hidup tanpa uang rasanya takkan dapat bertahan walau sebentar saja.

Rakyat sudah banyak yang sadar, maka saatnya kita sebagai muslim yang menyandang profesi tertinggi di hadapan sang khalik dibanding dengan ciptaan-Nya yang lain sudah seharusnya menerapkan sistem islam secara kaffah di permukaan bumi ini, kembali kepada aturan-aturan islam secara keseluruhan. Aturan islam yang menjadikan jabatan atau pun posisi-posisi di kepemerintahan adalah merupakan sebuah amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan sang pencipta, yang periayaan kepada ummat adalah merupakan tanggung jawabnya.

Kemiskinan merupakan hal yang harus mampu diselesaikannya, dan segala macam kesempitan yang terjadi di masyarakat merupakan pekerjaan rumah yang harus terus dicarikan solusinya. Serta mencampakkan sistem demokrasi yang kian menjerat dan memuluskan para pemuas harta yang menghambakan dirinya pada uang dan pada selain Allah SWT. Sudah seharusnya kita beralih ke dalam sistem islam yang menjadikan kekuasaan sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT secara utuh dan mewujudkan kemuliaan ummat secara keseluruhan.

Penulis: Nur'aini (Mahasiswi jurusan Tarbiyah prodi PAI Sangatta)

Video Personil Satreskoba Polres Bone Dites Urine Dadakan

ekspos tv

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0