25 September 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim Ditarget Tuntas Akhir Agustus


Pembahasan APBD Perubahan Kaltim Ditarget Tuntas Akhir Agustus
Pimpinan rapat. Dari kanan: Andi Faisal, HM Syahrun, Meiliana, Muhammad Syahrun. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim tahun 2018 masih terus berlangsung. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menargetkan penyusunan APBD- P 2018 dapat selesai akhir Agustus ini.

Dalam agenda penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) terakhir, Rabu (8/8), Banggar dan TPAD kembali mengoreksi pendapatan dan belanja untuk anggaran akhir tahun ini.

Baca: Wartawan Kaltim Kumpulkan Dana Puluhan Juta Untuk Lombok

Dalam rapat tersebut, berbeda dengan sebelumnya yang diadakan secara tertutup, pertemuan lanjutan antara DPRD dan TAPD Kaltim diadakan dengan menyertakan awak media massa.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun, Wakil Ketua Muhammad Syahrun, dan Andi Faisal. Sedangkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Meiliana.

“Masih belum selesai, masih ada yang belum diputuskan. Khususnya soal pembayaran MYC dan bantuan keuangan. Target kita selesai pembahasan ini akhir Agustus ini, supaya awal September sudah bisa disahkan,” kata Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun.

Dalam rapat yang berlangsung di lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim tersebut berlangsung alot. Beragam masukan dan kritik disampaikan Anggota Banggar DPRD Kaltim. Salah satunya alokasi anggaran untuk proyek multiyears contract (MYC). Kedua belah pihak masih belum satu pemahaman terkait perlu tidaknya alokasi anggaran untuk MYC.

Di antaranya, ada yang berpendapat MYC tidak dianggarkan di APBD Perubahan. Ada pula yang mengajukan agar sisa anggaran MYC Rp 450 miliar dianggarkan penuh di APBD Perubahan sebagaimana usulan dari TAPD Pemprov Kaltim. Sehingga tidak ada lagi beban Pemprov pada periode kepemipinan baru di 2019.

Selain itu, yang masih diperdebatkan perihal bantuan keuangan/sosial (Bansos). Program yang tertunda pada 2016 dan 2017, sekitar Rp 80 miliar diharapkan dapat diakomodir pada APBD-P 2018 ini.

Menurut, Anggota Banggar DPRD Kaltim, Mursidi Muslim, Bansos patut dipertimbangkan agar dialokasikan karena berhubungan aspirasi masyarakat. Diakuinya, banyak konstituennya yang terus mempertanyakan pencairan tersebut, sebab mereka sudah memenuhi segala aspek persyaratannya.

“Sebab banyak itu konstituen kami yang mempertanyakan Bansos ini. Ini juga sudah mendekati Pemilu, jagan sampai gara-gara ini kami tidak dipercaya oleh masyarakat,” kata Mursidi.

Baca: DPRD Kaltim akan Gelar Paripurna Penetapan Gubernur Baru

Selain itu, Anggota Banggar DPRD Kaltim lainnya, Sarkowi V Zahry menambahkan, bahwa setiap tahun masalah hibah Bansos kerap kali menjadi sorotan. Yang membuatnya geram, saban tahun masalahnya selalu sama, yakni mekanisme aturan yang belum semua diketahui oleh masyarakat.

Untuk itu ia menyarankan kepada Biro Kesra Pemprov Kaltim agar membuat tahapan yang terarah selama satu tahun anggaran. Kemudian, aturan tersebut disosialisasikan pada masyarakat Kaltim.

“Misalnya bulan sekian ada tahapan ini. Kemudian bulan berikutnya ada tahapan lanjutan. Sampai pada tahapan terakhir. Tapi kan selama ini, di akhir-akhir baru muncul. Para penerima Bansos harus melengkapi ini dan itu,” sesalnya.

Cara tersebut, kata dia, justru membuat para pengurus Bansos kesulitan, karena terkesan dadakan. Akibatnya, para penerima Bansos harus dibatasi waktu dan terancam tidak dapat menerima hibah tersebut.

“Di akhir-akhir pengurusan dokumen itu memang luar biasa tugas pelayanannya. Biro Kesra harus begadang dan melayani masyarakat. Supaya tidak begitu, buat saja tahapan yang teratur,” sarannya. (adv)

Video Ekslusif Migrasi Pengguna Jamkesda ke BPJS Kesehatan, Sudahkah Anda Daftar?

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0