17 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mantan Jurnalis Australia Ini Ditolak Masuk ke Indonesia


Mantan Jurnalis Australia Ini Ditolak Masuk ke Indonesia
Belinda Lopez. (int)

EKSPOSKALTIM.com - Seorang warga Australia bernama Belinda Lopez ditolak masuk ke Indonesia, saat akan mengunjungi Papua melalui Bali. Bahkan, pihak berwenang di Indonesia akan mendeportasi mahasiswi pascasarjana tersebut.

Dari posting-an di akun Facebook-nya, Lopez pernah menjadi subeditor untuk Jakarta Globe dan Jakarta Post. Dia juga pernah bekerja sebagai wartawan untuk ABC yang berbasis di Australia.

Dalam tulisannya, Lopez mengaku ditahan di bandara Denpasar, Bali, sejak tengah malam pada hari Sabtu. Dia diberitahu bahwa dirinya masuk daftar hitam (black list) pemerintah Indonesia.

Baca: Serang Istri Karena Kelewat Bersih, Fatih Terancam 1,5 Tahun Penjara

Papua sedang dilanda konflik separatis. Akses media internasional ke wilayah itu telah menjadi sorotan dunia.

Lopez mengaku sedang berbulan madu dan memiliki rencana untuk mengunjungi festival pariwisata Baliem di Papua.

Tetapi, begitu tiba di bandara Denpasar, dia ditolak masuk oleh imigrasi. Menurutnya, dia ditanya apakah dia seorang jurnalis atau bukan. Dia juga ditanya apakah telah melakukan kesalahan pada Indonesia atau tidak.

Lopez mengaku pernah dideportasi dari Papua pada tahun 2016, setelah dicurigai bahwa dia seorang wartawan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno membantah bahwa Lopez akan dideportasi karena dicurigai sedang menuju Papua sebagai seorang jurnalis.

"Belinda dilarang masuk ke Indonesia karena masalah imigrasi," katanya kepada Reuters, yang dilansir Minggu (5/8/2018). Dia menegaskan bahwa warga Australia itu berada dalam daftar hitam imigrasi Indonesia.

Baca: BK DPRD Kaltim Rekomendasikan Sokhip Diberhentikan

Sampurno menolak memberikan penjelasan terkait masalah imigrasi tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa hak kedaulatan Indonesia untuk menolak masuk seorang wisatawan.

Namun, Peneliti Human Rights Watch Andreas Harsono mengatakan bahwa kasus Lopez menunjukkan sekali lagi bahwa pihak berwenang Indonesia masih membatasi wartawan asing, atau siapa pun yang dicurigai melakukan kegiatan jurnalisme, untuk memasuki Papua.

Presiden Joko Widodo yang berkuasa sejak 2014 berjanji untuk mengurangi pembatasan media untuk masuk ke Papua, namun para aktivis mengatakan bahwa para wartawan terus dicegah ketika mencoba untuk melaporkan kegiatan jurnalistik dari sana.

Pada Februari 2018, seorang wartawan BBC diperintahkan untuk meninggalkan Papua setelah militer Indonesia mengatakan bahwa tweet wartawan itu "menyakiti perasaan tentara".

Video Aliansi Kaltim Bersatu Bakal Gelar Aksi Tolak TKA Jilid 2

ekspos tv

Reporter : sumber: sindonews.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0