17 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Nggak Perlu Takut Konsumsi Susu Kental Manis


Nggak Perlu Takut Konsumsi Susu Kental Manis
ilustrasi susu kental manis. (int)

EKSPOSKALTIM.com - Baru baru ini muncul perdebatan soal susu kental manis (SKM) di masyarakat. Banyak yang mengganggap kental manis bukan produk olahan susu karena kandungan gulanya yang tinggi. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang tetap mengonsumsinya sebagai susu.

Perka BPOM no 21/2016 menyebutkan bahwa ada 9 jenis yang masuk subkategori susu kental. Mereka adalah susu evaporasi, susu skim evaporasi, susu lemak nabati evaporasi, susu kental manis, susu kental manis lemak nabati, susu skim kental manis, krim kental manis, krimer kental manis, dan khoa.

Baca: Iis Dahlia Berang Disebut Cabe-cabean di Masa Lalu

Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru, Tetty Helfery Sihombing mengatakan bahwa ada perbedaan susu kental manis dengan krimer kental manis meskipun krimer bisa mengandung krim maupun susu.

"Susu kental manis adalah produk yang mengandung susu. Ada juga krimer kental manis (KKM) yang memasukkan susu tapi kandungan susunya lebih kecil dari pada di susu kental manis," ujar Tetty.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI), Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD, memberikan pandangannya mengenai susu kental manis. Dia menuturkan bahwa susu kental manis memiliki kadar protein yang relatif lebih tinggi dibanding jenis lainnya dalam kategori Susu Kental.

Susu kental manis juga dinilai mempunyai kualitas gizi yang hampir setara dengan susu lainnya. Yang membedakan antara susu kental manis dengan produk susu lainnya seperti cair maupun bubuk hanya terletak pada jumlah kandungan susu.

“Sama saja dari segi kualitas, meskipun secara jumlah kandungan susu berbeda. Perlu diingat bahwa semua jenis makanan saling melengkapi. Tidak ada makanan atau minuman tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan gizi seseorang. Siapa saja boleh mengonsumsi susu kental manis dalam jumlah tidak berlebihan. Namun susu kental manis tidak cocok untuk bayi dan perlu juga diperhatikan bahwa kebutuhan pertumbuhan anak perlu konsumsi protein hewani yang cukup. Sehingga diperlukan asupan protein dari sumber hewani,” papar Ir. Ahmad.

Baca: Neymar Yakin Serie A Bakal Kembali Berjaya karena Cristiano Ronaldo

Dia menegaskan bahwa gula dalam susu kental manis bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Gula dalam susu kental manis dibutuhkan untuk mencegah kerusakan produk. Produk dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis).

"Dalam proses pembuatannya, air dari susu diuapkan ditambahkan gula yang juga berfungsi sebagai pengawet. Sehingga gula memang dibutuhkan dalam produk susu kental manis," kata dia.

Menyikapi perdebatan masyarakat terkait susu kental manis, dia menambahkan bahwa pemerintah harus terus meningkatkan upaya peningkatan literasi gizi masyarakat serta terus melaksanakan upaya menyusun kebijakan berbasis evidens. Di sisi lain, dia juga menyarankan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan kehebohan.

“Pemerintah diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak resah dan kebingungan dengan informasi yang beredar. Sementara, masyarakat perlu bijak dalam menyikapi kehebohan, tidak panik dan meningkatkan pengetahuannya mengenai gizi seimbang serta kebutuhan dan kecukupan gizi. Kita harus mau mencari informasi dari ahli gizi yang kompeten,” tutur Ir. Ahmad.

Video Wisata Kuliner di Kedai Hitam Putih Kota Bontang

ekspos tv

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0