EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Bermasalahnya pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online mendapat tanggapan dari DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rita Artaty Barito menyayangkan penundaan pelaksanaan PPDB yang di luar jadwal.
Politikus wanita dari Partai Golkar ini menilai, pemerintah melalui dinas pendidikan belum bisa memastikan panitia penerimaan PPDB berjalan secara profesional dalam menjalankan tugasnya.
Baca: Bermasalah, Disdik Kaltim Perpanjang PPDB Hingga 9 Juli Mendatang
“Ya kita sangat kecewa dan prihatin sekali. Masa persoalan ini tidak bisa diantisipasi sebelumnya,” ujarnya.
Rita menuturkan, kebijakan pendaftaran secara online tersebut bukan saja membawa masalah baru bagi para pelajar. Ia secara pribadi pun mengaku tak sependapat dengan pendaftaran PPDB secara online. Karena, sangat beresiko dan bergantung pada jaringan yang notabenenya belum stabil di Kaltim. Misalnya saja, hambatan jaringan Telkom yang terjadi di Samarinda dan Balikpapan. Sistem tersebut telah menghambat pelajar berprestasi yang ingin belajar di sekolah yang diinginkannya.
“Jujur saja saya sangat tidak setuju dengan PPDB ini. Saya tidak setuju dengan adanya zonasi pendaftaran lewat PPDB itu. Karena memang ada pelajar yang ingin mendaftar di sekolah unggulan, tidak bisa diterima,” ujarnya.
Selain itu, secara keseluruhan di Kaltim, masih terdapat daerah yang belum siap secara teknis untuk melakukan pendaftaran secara online. Ia menilai, Disdik telah membuat kebijakan yang menyamakan antara daerah perkotaan dan pinggiran.
“Itu juga pasti bermasalah. Karena tidak semua daerah bisa menerima sistem online. Makanya saya sarankan, diperbaiki dulu sistemnya. Dievaluasi efektivitas dan efisiensinya bagi masyarakat. Setelah benar-benar bagus, baru dilaksanakan,” sarannya.
Ia pun berharap, agar kejadian ini tidak terulang kembali pada PPDB tahun ajaran berikutnya. Dinas pendidikan harus dapat mengevaluasi menyeluruh dan bekerja maksimal dalam penerapannya di tahun depan.
Baca: Ini Kronologis Hilangnya Juru Mudi MV Intan Daya
“Kita harapkan dapat lebih baik lagi di tahun berikutnya. Dan tahun ini tidak terjadi lagi masalah yang dapat meresahkan masyarakat,” tutupnya.
Sebelumnya diketahui, Dinas Pendidikan Kaltim mengintruksikan pemunduran jadwal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis onlie yang semula pada 2- 7 juli diubah sampai 9 Juli mendatang. Pemunduran jadwal tersebut karena masalah teknis jaringan yang menyebabkan tidak berfungsinya server saat melakukan tes pendaftaran secara online. Kejadian ini terjadi di sejumlah sekolah di Samarinda dan Balikpapan. (adv)
Video: Aliansi Organisasi di Bontang Bentuk Forum Tolak Tenaga Kerja Asing
ekspos tv

