17 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI: Rupiah Terus Menerus Melemah, Rakyat Disuruh Tenang-tenang Saja


OPINI: Rupiah Terus Menerus Melemah, Rakyat Disuruh Tenang-tenang Saja
Purwanti Rahayu (ibu rumah tangga)

EKSPOSKALTIM.com - Tren pelemahan rupiah dinilai masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam sepekan ini ada pada level Rp 13.700 sampai Rp 13.800, dan sempat pada level Rp 13.965 per Kamis (3/5/2018), sekaligus merupakan yang tertinggi dan hampir menyentuh angka Rp 14.000.

"Pelemahan kurs rupiah prediksinya akan berlanjut hingga pekan depan seiring terus keluarnya dana asing di pasar saham Rp 3 triliun dalam seminggu ini," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara kepada Kompas.com, Minggu (6/5/2018) lalu.

Bhima menambahkan, faktor lain yang turut mendorong tren pelemahan rupiah sepekan ke depan adalah permulaan kuartal II 2018 di mana terjadi pembagian dividen emiten yang turut mempengaruhi permintaan lebih tinggi terhadap dollar AS.

Baca: Menkeu: Defisit Turun Konsisten di Tiga Tahun Terakhir

Faktor eksternal seperti penguatan mata uang Amerika Serikat, kenaikan US treasury atau suku bunga obligasi negara di atas 3 persen, serta antisipasi pasar terhadap suku bunga acuan Fed Fund Rate turut jadi faktor pendorong tren pelemahan rupiah hingga akhir Mei 2018.

"Sampai akhir bulan Mei, diprediksi rupiah berkisar antara Rp 13.900 sampai Rp 14.000," tutur Bhima. Meski menghadapi tantangan tren pelemahan rupiah pada kuartal II, pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan sistem keuangan Indonesia per kuartal I 2018 berjalan stabil dan terkendali.

Indikator yang menunjukkan hal tersebut adalah tingkat inflasi di kisaran 3,5 persen, realisasi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan pertumbuhan 15,03 persen dan realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas yang tumbuh 20,12 persen tanpa tax amnesty.

Penerapan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem moneter berbasis fiat money menjadikan indonesia terus berada dalam kubangan utang & ancaman krisis.

Adapun dampak perlemahan rupiah berimplikasi pada beberapa hal antara lain; Pertama, menekan produsen dalam negeri terutama importir dan perusahaan yang mengandalkan bahan baku import. Imbasnya, mereka terpaksa menyesuaikan produk, menaikkan harga atau mengurangi kapasitas usaha mereka yang sebagian berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Kedua, menurunkan daya beli masyarakat akibat kenaikkan harga barang dan menaikan jumlah pengangguran. Sektor-sektor lain yang tidak berhubungan secara langsung dengan perdagangan luar negeri ikut terkena dampaknya. Ketiga, meningkatkan biaya pembayaran utang luar negeri.

Dengan pencetakan uang kertas ini warga negara mengalami kerugian. Sebab untuk mendapatkan uang mereka harus melakukan pengorbanan. Kemudian nilai mata uang yang mereka pegang setiap tahun merosot akibat inflasi.

Dalam kondisi tertentu, nilai mata uang mereka semakin merosot jika kurs tukar mata uang lokal –seperti rupiah– terhadap mata uang asing –seperti dollar AS– anjlok. Bahkan dalam keadaan inflasi tinggi dan kejatuhan kurs, kekayaan riil yang dimiliki warga negara atas mata uang yang mereka pegang merosot drastis. Jelas memegang mata uang kertas inconvertible tidak aman dan penuh dengan ketidakpastian. Ini sangat tidak adil.

Dinar Solusi yang Pas

Ketidakpastian, ketidakamanan, ketidakadilan semestinya mendorong kita semua untuk mengadopsi sistem mata uang yang kuat dan universal. Mata uang dinar, yakni mata uang yang terbuat dari emas merupakan solusi atas permasalahan mata uang kertas inconvertible.

Mata uang dinar nilai nominalnya setara dengan nilai intrinsiknya sehingga siapapun yang memegang dinar maka dia tidak dirugikan. Mata uang dinar juga memiliki sifat universal, karena seluruh penduduk dunia memandang emas sebagai barang yang memiliki nilai tinggi. Dinar menjamin kepastian nilai dan transaksi dalam ekonomi.

Umat harus paham bahwa penerapan sistem ekonomi kapitalis berikut sistem moneter berbasis sistem fiat money adalah jalan penjajahan politik dan ekonomi negara adidaya atas negeri-negeri seperti Indonesia yang kaya raya.

Baca: Menko PMK: Keamanan Jadi Fokus utama di Perhelatan Asian Games 2018

Hanya penerapan sistem ekonomi islam dengan sistem moneter berbasis emas perak yang menjamin kedaulatan politik dan ekonomi kaum muslimin.

Rasulullah SAW telah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang dan menjadikannya standar uang. Pada masa Rasulullah, penduduk biasa melakukan jual beli dengan alat pembayaran emas dan perak, dan Rasul pun membiarkannya (maksudnya tidak melarang). Emas dengan mata uang (bisa terjadi) riba, kecuali sama-sama sepakat.” (HR Bukhari)

Kita membutuhkan mata uang yang nilainya stabil dan universal. Mata uang dinar merupakan mata uang yang aman untuk dimiliki. Mata uang dinar pernah diterapkan pada masa Rasulullah dan negara islam.

Karena itu, dinar merupakan solusi atas permasalahan mata uang dan untuk menerapkannya kita harus memiliki sistem yang kuat yakni Sistem Negara Islam. Dengan cara ini pula kita melepaskan diri dari penjajahan moneter. Insya Allah …!

Penulis: Purwanti Rahayu (ibu rumah tangga)

Tonton video menarik di bawah ini:

VIDEO: Ucapan Ramadhan 1439 Hijriah oleh Kepala BPPD Kutim

ekspos tv

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0