17 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Indonesia Mampu Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Selama 7 Tahun Terakhir


Indonesia Mampu Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Selama 7 Tahun Terakhir
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat pidato Penyampaian Pengantar dan Keterangan Pemerintah, atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019. Saat Paripurna DPR RI, Jumat (18/05/2018).

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% per tahun, selama 7 tahun terakhir.

Hal ini disampaikan dalam pidato Penyampaian Pengantar dan Keterangan Pemerintah, atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019, pada Rapat Paripurna DPR RI, di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (18/05/2018).

Menurutnya, saat ini perekonomian dunia masih penuh ketidakpastian. Dampak negatif situasi global berpengaruh ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan, ketahanan, dan kesiapan perekonomian untuk menghadapi gejolak tersebut.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Jajarannya Agar Bersiap Terapkan OSS

"Dalam konteks volatilitas perekonomian global menuju keseimbangan baru, pembangunan nasional perlu didesain tidak semata mengejar pertumbuhan tinggi. Namun juga harus menjaga stabilitas, memperkuat daya tahan, dan terus terjaga kesinambungan dalam jangka menengah panjang," tukasnya.

Walaupun dihadapkan dengan berbagai kendala, untuk tahun 2019, Ia mengatakan, Pemerintah telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4-5,8 persen. Pemerintah bersama Bank Indonesia juga akan menjaga inflasi pada rentang 3,5 +/- 1,0 persen.

"Rata-rata nilai tukar Rupiah tahun 2019, diperkirakan berada pada rentang Rp 13.700-Rp14.000 per USD," jelasnya.

Baca juga: DKP3 Bontang Salurkan Bantuan Alsistan ke 23 Kelompok Tani

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah dalam rentang yang memadai, tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik. Ia pun menyampaikan, Indonesia harus terus mengupayakan perkembangan industri manufaktur dan jasa, termasuk pariwisata. Agar mampu memanfaatkan situasi ini.

Selain itu, Pemerintah akan terus melakukan bauran kebijakan dengan Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui bauran kebijakan, diharapkan kondisi perekonomian akan semakin sehat dan berkelanjutan, baik jangka pendek maupun menengah.

"Untuk mewujudkan target pembangunan nasional, diperlukan upaya keras disertai pilihan-pilihan kebijakan yang makin strategis. Dalam mengatasi tantangan pembangunan dan gejolak ekonomi global yang masih berlangsung," ujarnya.

Tonton video menarik di bawah ini:

VIDEO: Ucapan Ramadhan 1439 Hijriah oleh Kepala BPPD Kutim

ekspos tv

Reporter : Sumber: kemenkeu.go.id    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0