23 Juli 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bawaslu Kaltim Rilis Pelanggaran Pilkada di Kaltim Menurun


Bawaslu Kaltim Rilis Pelanggaran Pilkada di Kaltim Menurun
Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul saat jumpa pers kepada awak media di Kantornya, Minggu (15/4). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltim merilis data pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kaltim, yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim (Pilgub) Kaltim dan pemilihan bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU). Diketahui, proses Pilgub dan Pilbup berjalan bersamaan dalam Pilkada serentak tahun ini. 

Dalam masa kampanye bulan kedua, atau periode 15 Maret -15 April, tercatat ada 18 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang mencapai 27 kasus. 

Baca: Tahun Politik, MUI Serukan Anti Politik Uang

Menurut Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul, bahwa jika ditotal selama masa kampanye terselenggaranya tahapan Pilkada di Kaltim ini sudah ada 45 kasus dugaan pelanggaran. Ia mengaku, sebagian besar jenis pelanggaran tersebut berupa pelanggaran administrasi. Namun ada juga pelanggaran yang dikategorikan sebagai pelanggaran berat. 

"Yaitu kasus di Penajam Paser Utara yang berpotensi ke peradilan Pidana Pemilu dengan melibatkan seorang warga. Ini pada Pilbup PPU dari paslon No 3 (Abdul Gafur Mas'ud- Hamdan)," kata Saipul didampingi anggota Bawaslu, Hari Dermanto, dan unsur ketua dan anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Kaltim saat jumpa pers di Kantor Bawaslu Kaltim, Kota Samarinda, Minggu (15/4). 

Kata Saipul, kasusnya ini tengah diselidiki oleh tim penyidik untuk mengumpulkan bukti dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam memberikan bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Nenang, Kabupaten PPU. Dalam acara bakti sosial tersebut, diduga mereka membagikan nasi bungkus yang terdapat stiker Paslon Nomor Urut 3 pada plastik pembungkus sebanyak 330 bungkus.

"Dugaan melanggar pasal 187 A Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016," ucap Saipul.

Menurut Saipul, jenis terduga pelanggar ini beragam. Mulai dari timses, relawan, anggota DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi, maupun aparatur sipil negara (ASN/PNS). 

Sementara itu, jika dilihat pelanggaran berdasarkan klasifikasi kabupaten/kota se - Kaltim, dari data yang dirilis Bawaslu Kaltim tercatat Kota Balikpapan yang paling banyak. Dari 45 jumlah kasus dugaan pelanggaran, 11 kasus diantaranya terjadi di Balikpapan. Dengan rincian, 3 kasus dihentikan karena tidak cukup bukti, 6 kasus dilimpahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Balikpapan, 1 kasus ditersukan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Balikpapan,1 kasus diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, dan 1 kasus lagi diteruskan ke Kantor Kementerian Agama Balikpapan. 

Menurut Saipul, temuan dugaan pelanggaran yang dihentikan proses penyelidikannya karena setelah diteliti, tidak memenuhi unsur pelanggaran. “Dihentikan pengusutannya karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu maupun unsur pelanggaran administrasi pemilu,” kata Saipul.

Anggota Bawaslu Kaltim Bidang Pelanggaran, Heri Dermanto menambahkan, dari sejumlah temuan dugaan pelanggaran itu pihaknya banyak mengalami hambatan untuk pengungkapannya. Misalnya, tidak lengkapnya bukti, tanpa keterangan, atau tanpa saksi.

"Ada juga yang ada saksinya tapi keberatan untuk memberikan kesaksian ketika dipanggil oleh Panwas, sehingga prosesnya dihentikan," jelasnya.

Baca: Anggota Dewan Ini Minta Pemprov Kaltim Bangun TPI di Muara Jawa

Ia berharap kepada peserta Pilkada untuk mematuhi aturan baik dari Peraturan KPU maupun perundang-undangan yang berlaku, yang telah dijelaskan kepada seluruh peserta. 

"Agar pesta demokrasi di Kaltim ini baik Pilgub Kaltim maupun Pilbup PPU berjalan kondusif, tertib dan aman.  Mari kita sama-sama mematuhi aturan yang sudah ada," harapnya. (*)

Tonton juga video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0