17 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Menakar Kualitas Sdm Kutai Kartanegara Melalui Pendidikan


Menakar Kualitas Sdm Kutai Kartanegara Melalui Pendidikan
Staf seksi neraca wilayah dan analisis statistik BPS Kutai Kartanegara, Tiya Mitasari.

EKSPOSKALTIM.com, Kukar Partisipasi sekolah merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilan pemerintah dibidang pendidikan. Dengan partisipasi sekolah kita dapat mengetahui seberapa besar partisipasi masyarakat dalam mengikuti pendidikan dari berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Program pemerintah di sektor pendidikan dapat dikatakan berhasil apabila semakin banyak anak usia sekolah yang masih aktif bersekolah. Namun sebaliknya, apabila persentase anak usia sekolah yang masih sekolah cenderung rendah, program pemerintah dapat dikatakan gagal.

Berdasarkan hasil Susenas 2016, terdapat sekitar 28,93 persen penduduk Kutai Kartanegara usia 5 tahun ke atas yang masih aktif bersekolah, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar 28,67 persen. Penduduk usia 5 tahun ke atas yang tidak bersekolah lagi sebesar 65,22 persen, dan yang tidak atau belum pernah sekolah sebesar 5,85 persen.

Baca: 51,13 Persen Jenis Usaha di Kukar Bergerak di Bidang Perdagangan

Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Hal tersebut dapat digambarkan melalui jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh seseorang. Jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan merupakan persentase jumlah penduduk, baik yang tidak atau belum sekolah, masih sekolah ataupun tidak sekolah lagi, menurut ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang dimiliki.

Orang yang menamatkan pendidikannya sampai jenjang pendidikan yang tinggi, akan memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilanyang tinggi, sehingga akan semakin mudah mendapatkan kesempatan bekerja.

Pada tahun 2016, terdapat sebanyak 12,62 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijasah SD. Angka ini meningkat dibanding tahun 2015 sebesar 11,36 persen. Sementara itu, jenis pendidikan yang paling dominan ditamatkan adalah jenjang pendidikan SD sederajat yaitu sebesar 30,47 persen.

Baca: DPRD Bontang Tekankan Alokasi 5000 Sambungan Jargas Tepat Sasaran

Dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, sangat diharapkan penduduk usia 5-24 tahun, masih menjalani masa pendidikan yang sesuai dengan tingkatannya. Akan tetapi, dalam kenyataannya masih ada penduduk usia 15 tahun ke atas yang belum atau sudah tidak bersekolah lagi (putussekolah).

Kemiskinan seringkali menjadi alasan bagi siswa tidak melanjutkan sekolah, karena mereka diharapkan membantu mencari nafkah untuk keluarganya. Selainitu, mereka beranggapan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula biaya yang diperlukan. Sementara rumah tangga mereka miskin dan tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya sekolah.

Apabila dilihat menurut jenis kelamin, alasan utama penduduk laki-laki usia 5-24 tahun tidak melanjutkan sekolah lagi adalah karena bekerja mencari nafkah. Sementara itu, alasan tidak ada biaya dan menikah menjadi alasan utama penduduk perempuan tidak melanjutkan sekolah lagi.

Penulis: Tiya Mitasari (Staf Neraca wilayah dan analisis statistik BPS Kutai Kartanegara)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Waspada Difteri, Wawali Basri Ajak Masyarakat Hidup Bersih

ekspos tv

VIDEO: Rilis Sejumlah Kasus, Kapolres Bontang Apresiasi Kinerja Satuan dan Peran Serta Masyarakat

ekspos tv

VIDEO: Curi Motor Warga, Residivis Ranmor Kembali Diciduk Polisi

ekspos tv

Reporter :     Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0