18 Januari 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Beratnya Setara Coklat Besar, Bayi Prematur Terkecil di India Berjuang untuk Hidup


Beratnya Setara Coklat Besar, Bayi Prematur Terkecil di India Berjuang untuk Hidup
Bayi bernama Manushi. (Daily Mail)

EKSPOSKALTIM.com, New Delhi - Manushi, bayi terkecil di dunia yang lahir 12 minggu lebih awal, hanya memiliki berat 300 gram atau sama dengan coklat besar.

Anak termuda dari pasangan di Rajasthan, India, memiliki panjang 21,8 cm dan dianggap bayi terkecil yang pernah lahir di Asia.

Dalam sejumlah gambar, nampak kaki bayi ini hanya seukuran ibu jari ayahnya.

Manushi lahir dengan kondisi tidak bernafas, kulit setipis kertas dan organ yang kurang berkembang, ternyata sempat dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Namun, hingga keluar dari rumah sakit, dia hanya berbobot 2,3 kg.

Meskipun hanya punya kesempatan 0,5 persen untuk bertahan hidup tanpa kerusakan otak, dokter mengatakan Manushi tampak normal secara intelektual.

Baca: Ke AS Tanpa Izin Gubernur, Bupati Cantik Kepulauan Talaud Dicopot

Ibu Manushi, Seeta (48) dan ayahnya, Giriraj (50) mengatakan bayi mereka baru saja melawan semua kemungkinan, tapi dia berhasil melakukannya.

"Dia baru saja berjuang melawan segala kemungkinan, tapi dia berhasil," katanya.

Serta menderita tekanan darah tinggi yang berbahaya selama kehamilannya, dengan pemeriksaan yang menunjukkan tidak adanya aliran darah ke janin.

Dia menjalani operasi darurat pada 15 Juni 2017, hanya 28 minggu usia kehamilannya.

Setelah kelahirannya, Manushi segera dimasukkan ke ventilator dan dipindahkan ke JIVanta Children Hospital NICU.

Baca: KPK Periksa Tamsil Linrung Terkait Kasus E-KTP

Dokter rumah sakit, Janged mengatakan ketika bayi itu lahir, petugas medis tidak yakin akan apa yang akan terjadi.

"Dia sedang berjuang untuk bernapas, jadi segera pasang alat bantu pernapasan untuk memperluas paru-parunya yang kecil dan belum matang," ucapnya.

"Dia tidak bisa diberi makan secukupnya karena ususnya belum cukup kuat," katanya.

Dalam beberapa hari pertama kehidupan Manushi, dia kehilangan berat badan. Namun, setelah 7 minggu bertahan, dia bisa mulai minum susu.

Manushi juga menjalani transfusi darah dan alat bantu pernapasan untuk sementara dimatikan karena menyebabkannya dia menahan napas saat tidurnya.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai

ekspos tv

VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan

ekspos tv

VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru

ekspos tv

Reporter : kompas    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0