EKSPOSKALTIM, Bontang - Program Rp 200 juta, atau yang disebut pro duta, untuk dibagikan tiap RT di Bontang nyatanya tak benar.
Kasi Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Bontang, Febtri Manik mengatakan, memang ada pembagian anggaran kepada setiap RT se-Bontang dari Pemkot Bontang melalui Dinsos-P3M. Namun bukan sebesar Rp 200 juta.
“Setiap RT dapat Rp 10 juta. Jadi, kalau di kelurahan ada 50 RT, alokasi danannya ke kelurahan senilai Rp 500 juta,” jelasnya kepada Ekspos Kaltim, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, dulunya memang ada program Produta yang akan dibagikan kepada setiap RT. Namun, karena kondisi keuangan Pemkot Bontang yang sedang mengalami defisit, dana program tersebut harus dipangkas. “Dipangkas karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Baca Juga: Baru Tiga Korban IM yang Melapor, Jumlah Kekerasan Anak Meningkat
Dia pun menuturkan, jika program pembagian dana Rp 10 juta itu sudah berjalan pada 2017 ini. Fungsinya, kata Febtri, dana itu akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas di setiap RT.
“Ada tiga hal yang harus dilakuan setiap RT, yaitu pengecetan, penghijau dan penerangan. Namun disesuaikan dengan kebutuhan yang paling mendesak,” tuturnya.
Untuk memastikan dana tersebut berjalan tepat sasaran, dia mengaku, pihaknya rutin berkoordinasi dengan pihak kecamatan.
“Saya sering datang langsung ke kecamatan untuk memonitoring langsung perkembangan dana tersebut,” akunya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Gelar Lomba Lintas Alam, Lembaga Adat dan BPPD Kutim Perkenalkan Kearifan Lokal
ekspos tv
VIDEO: Irjen Kemhan Tinjau Kesiapan KNI dalam Memenuhi Kebutuhan Amonium Nitrate Nasional 2018
ekspos tv
VIDEO: Prakarsai Perayaan Natal, Hendri Pailan Hadirkan Eddo Kondologit
ekspos tv

