EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam upaya merealisasikan komitmen sebagai kota layak anak, Pemerintah Kota Bontang menyediakan sekitar 100-an relawan untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Bontang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial & Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Kota Bontang selaku leading sektor, Abdu Safa Muha, menyebutkan para peserta relawan ini sudah dilantik beberapa waktu lalu.
“Sudah dilantik yang dipimpin Wakil Walikota Bontang, Basrie Rase,” ujarnya, belum lama ini.
Baca: Dianggap Menggangu Kambtibmas, Gepeng Akan Dinetralisir dari Bontang
Ia menjelaskan, gerakan ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk meminimalisir angka kekerasan anak di Bontang. Terdiri dari berbagai elemen penting masyarakat seperti kelompok masyarakat, RT, Kelurahan, Kecamatan, bahkan juga melibatkan anggota TNI - Polri.
Dalam kurung waktu dua tahun terakhir, kata dia, angka kekerasan anak di Bontang meningkat signifikan. Di tahun 2014 saja, jumlah kasus kekerasan anak sekitar 32 kasus. Kemudian meningkat menjadi 64 kasus di tahun 2016.
“Angka kekerasan anak kurung dua tahun terakhir meningkat drastis dua kali lipat,” sebut Abdu Safa saat ditemui usai pelantikan relawan 3-Pang.
Kekerasan yang dialami pada anak beragam, mulai dari kekerasan psikis seperti Bully-ing, kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Mayoritas kekerasan pada anak terjadi di lingkungan sosial mereka.
Baca: Bontang Barat Miliki Program Paten untuk Permudah Pelayanan ke Masyarakat
Dari data yang diterima Dinsos, presentase terjadi dari lingkungan sebesar 52 persen, kemudian posisi ke-2 terjadi 17-20 persen di lingkungan sekolah, selanjutnya kekerasan yang didapati anak dari lingkungan keluarga.
Oleh sebab itu, lanjutnya, sebagai kota layak anak, komitmen pemerintah terus ditingkatkan agar menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak. Dari itu, pihaknya sengaja membentuk relawan ini untuk melakukan penyadaran bagi lingkungan sosial, sekolah maupun di keluarga.
“Yang kami lakukan tidak hanya edukasi saja, tapi juga ada pendampingan bagi anak yang alami kekerasan. Tim yang akan aktif membimbing sampai anak tersebut bisa kembali bangkit,” katanya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

