EKSPOSKALTIM.COM- Setelah merayakan Hut yang ke-18 beberapa waktu lalu, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat kado istimewa di penghujung tahun 2017, yang mendapatkan Anugerah Pesona Indonesia.
Penganugerahaan itu diberikan, setelah Sangkulirang Rock Arts kategori situs sejarah terpopuler di Indonesia, unggul jauh dari sembilan pesaingnya dengan perolehan polling 86,77 persen. Sukses menyabet gelar Juara I sekaligus Juara Favorit di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017.
Riuh teriakan dan tepuk tangan mengiringi langkah Bupati Kutai Timur Ismunandar, saat naik keatas panggung untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemempar) Ukus Kuswara di Studio Metro TV kawasan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta, Sabtu (25/11/2017).
Kepala Adat Besar Kutai, Kutim, Sayyid Abdal Nanang Al Hasani yang turut hadir pada acara Penganugrahan Pesona Indonesia di Studio Metro TV tersebut mengatakan, Kemenangan itu merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat di Kutai timur, termasuk didalamnya adalah Paguyuban Etnis dan BPPD Kutim. Yang selama ini memiliki semangat yang sama untuk memenangkan Sangkulirang Rock Arts menjadi situs sejarah terpopuler di Indonesia.
“Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Kutai Timur. Jadi, kemenangan ini milik seluruh lapisan masyarakat Kutai Timur,” kata Abdal Nanang kepada media ini saat ditemui di loby Metro TV.
Semenjak voting dibuka, lanjut Abdal Nanang menjelaskan, dirinya bersama seluruh Paguyuban Etnis yang tergabung dalam Lembaga Adat Besar Kutim, berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memenangkan Sangkulirang Rock Arts.
"Alhamdulillah kerja keras kita bersama seluruh paguyuban, dan BPPD kutim berbuah manis,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih dan Apresiasinya kepada seluruh Paguyuban Etnis dan BPPD Kutim, yang selama ini bekerja keras untuk memenangkan gambar cadas telapak tangan di wilayah Karangan itu menjadi situs sejarah terpopuler di Indonesia.
“Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh paguyuban di Kutai Timur, termasuk kepada BPPD Kutim,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk mendaftarkan Pesta Adat Pelas Tanah di ajang Anugerah Pesona Indonesia pada tahun mendatang. Karena menurutnya, mendaftarkan Pesta Adat Pelas Tanah di ajang tersebut, merupakan momentum untuk memperkenalkan budaya Kutai Timur ke seluruh Indonesia.
“Tahun depan, kita akan daftarkan Pesta Adat Pelas Tanah di ajang Anugerah Pesona Indonesia," ungkapnya.

