EKSPOSKALTIM, Bontang - Setelah mengikuti pelatihan selama lima hari, peserta pelatihan pengoperasian alat tangkap gillnet melakukan praktik lapangan tentang cara menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
Peserta yang terdiri dari 30 orang tersebut merupakan nelayan di Kota Bontang yang sejauh ini menggunakan alat tangkap ikan bernama mini trol atau dogel.
Kasi Perikanan Tangkap DKP3 Bontang, Idhamsyah mengatakan, peserta dilatih membiasakan menggunakan alat yang nantinya akan digunakan menangkap ikan, dengan tidak lagi menggunakan alat yang lama.

"Sudah ikuti pelatihan, pada hari keenam peserta diajak ke laut untuk praktik menggunakan alat baru yang akan diberikan kepada nelayan nantinya," kata Idham Kepada Ekspos Kaltim usai mengikuti praktik di Laut, Sabtu (25/11).
Ia menjelaskan, beberapa praktik yang diberikan kepada peserta, seperti cara penggunaan alat, membaca peta, menentukan jarak dari titik satu ke yang lain, termasuk penanganan kondisi emergency di laut.
"Ini dilakukan, karena pasti pengalaman mereka hanya bisa menggunakan alat yang lama. Jangan sampai alat lama kembali digunakan," ujarnya.
Baca: Camat Bontang Barat Siap Galakkan Penanaman Pohon Antisipasi Banjir
Selain itu, lanjut Idham, peserta yang ikut pelatihan sudah sepakat mengganti alat tangkap ikan yang mereka gunakan sebelumnya. Setelah diberikan alat tangkap baru, alat tangkap lama akan dimusnahkan.
"Selama ini mereka juga merasa tidak leluasa, karena tidak ada izin. Beberapa waktu lalu kami nantang mereka (nelayan) segera menyiapkan dokumen untuk izin alat penangkapan yang baru," cetusnya. (Adv)

