EKSPOSKALTIM, Bontang - Untuk menunjang pelayanan yang prima, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pemerintah juga perlu ditingkatkan. Sebab, profesionalitas dan kualitas bagi petugas pemerintah dalam pelayanan masyarakat, menjadi bekal utama yang wajib dimiliki.
Hal inilah yang menjadi harapan Camat Bontang Utara, Zemmy Hasz. Diinginkannya ada upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM pada jajaran aparatur yang dipimpinnya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal.
"Kami berharap adanya peningkatan mutu pelayanan, baik SDM maupun sarana dan prasarana," kata Zemmy belum lama ini.
Menurutnya, salah satu yang dapat dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut, dapat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) hingga observasi atau studi banding program.
"Kami berharap melalui Bimtek atau studi banding dapat menambah kualitas SDM," tandasnya.
Zemmy menilai hal itu sesuai visi dan misi Pemerintah Kota Bontang yakni menguatkan Bontang sebagai kota maritim berkebudayaan industri, yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.
Baca: Dedikasi dan Komitmen Dalam Mendukung Kemajuan UKM
Dengan misinya yaitu Smart City, Green City dan Creatif City, sudah seyogyanya kita harus meningkatkan kualitas pelayanan yang berawal dari SDM yang berkualitas.
"Melalui peningkatan kualitas SDM pada unsur aparatur pemerintahan, menjadi tambahan ilmu bagi para pegawai pemerintahan untuk menjelaskan kepada masyarakat apa itu Smart, Green dan Creative City," papar Zemmy.
Biasanya, dengan adanya program peningkatan kualitas SDM, aparatur pemerintahan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
Lebih lanjut, kata Zemmy, semua aparat pemerintahan khususnya yang bersentuhan langsung dalam melayani masyarakat, harus memiliki pengetahuan dan skill yang mumpuni guna memberikan pelayanan prima.
Hal itu dapat terwujud misalnya dengan memberangkatkan aparatur kelurahan atau kecamatan untuk melihat proses berjalannya atau penerapan program nasional yang ada di daerah-daerah lain.
Observasi atau studi banding ke daerah lain yang sudah menerapkan standar penerapan program yang sudah tidak terkendala dalam pelaksanaannya, mampu menambah khasanah ilmu bagi aparatur dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.
"Kunjungan ke daerah lain misalnya Surabaya, Sidoarjo, Klaten yang sudah menerapkan progam PATEN tanpa kendala, ini bisa jadi opsinya," ujarnya.
Baca: Jelang Adipura 2018, Gunung Elai Bakal Pantau PKL Nakal di Wilayahnya
Melalui studi banding ke daerah lain, lanjut Zemmy, beberapa informasi strategis yang didapat akan diterapkan kembali khususnya di Kecamatan Bontang Utara. Walaupun studi tiru biasanya hanya mencapai 20-30 persen penerapannya, namun ada semangat baru yang didapat aparatur untuk memperbaiki pelayanannya.
"Pasti lebih mudah menyerap aplikasi yang sudah berhasil diterapkan dilapangan atau di daerah lain. Juga akan memudahkan cara tirunya di sini," ungkapnya.
Peningkatan kualitas SDM lainnya adalah dengan melakukan Bimbingan Teknis atau Bimtek. Secara teknis, Zemmy menyebut pelaksanaanya melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Misalnya ketika kita mau bimtek tentang peningkatan kualitas SDM, kita akan carikan lembaga pelatihan yang bisa memfasilitasi hal itu,” terangnya.
Kendati demikian, Zemmy menyadari penerapan peningkatan kualitas SDM ini tentu akan terkendala dalam pembiayaan. Apalagi di tengah defisit yang melanda Kota Bontang. Namun, hal itu bukan menjadi penghalang bagi pemerintah untuk merencanakan program ini di tahun ke depannya.
"Apapun program di 2018 nanti, kami berharap adanya optimalisasi kualitas SDM aparatur kecamatan dan kelurahan sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat," harap Zemmy. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

