15 November 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WASPADA, KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI TOILET MASJID MERUPAKAN SISWA KELAS 1 SD


WASPADA, KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI TOILET MASJID MERUPAKAN SISWA KELAS 1 SD
Korban (disamarkan) bersama keluarganya. Foto : Arsyad

EKSPOSKALTIM, Bontang - Setelah ramai menjadi viral di facebook, awak media Eksposkaltim mencoba mencari tahu kebenaran mengenai informasi adanya pelecehan seksual yang terjadi di toilet Masjid Darussalam di Jalan Bhayangkara, HOP 5, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Sabtu (28/5/2016). Dan diketahui, korban berinisial AA merupakan siswa kelas 1 di salah satu sekolah dasar yang ada di Kota Bontang.

Menurut keterangan tante korban, KS (inisial, red) menceritakan bahwa kejadian tersebut diketahuinya saat ia mencari keponakannya (korban, red) yang sedang bermain dihalaman Masjid Darussalam. 

"Karena ibu korban tidak berada di rumah, makanya saya yang pergi cari di halaman Mesjid itu," ungkap KS

Setelah sampai dihalaman masjid, ia tak menemukan keponakannya tersebut. Akhirnya KS memutuskan mencari ketoilet masjid, karena mengingat keponakannya itu biasa buang air besar di celana dan takut dimarahi oleh ibunya, sehingga ia pun yakin bahwa keponakannya itu lari ke WC untuk buang air. Sesampai dipintu toilet, KS hanya mengetuk saja karena didapati pintu toilet masjid sedang terkunci dari dalam. Tak lama, KS mendengar isak tangis keponakannya itu dari dalam toilet masjid tersebut.

"Saya bingung mau ngapain, akhirnya saya mendobrak pintunya. Setelah pintunya terbuka saya kaget, kok ada om-om (pelaku) bersama keponakan saya di dalam toilet. Saya bilang kepada pelaku, kamu apain keponakan saya, tapi pelakunya sudah lari keluar dan saya sempat memukul pelaku menggunakan gayung," tuturnya.

Di tempat berbeda, Kapolres Bontang Andy Ervin yang di konfirmasi terkait masalah tersebut, mengatakan pihaknya akan berupaya untuk mengungkap siapa pelaku pelecehan tersebut, dan akan menyisir tempat yang rawan kejadian pelecehan seksual di Kota Bontang.

"Ini merupakan perhatian kami, kami akan melakukan penyelidikan secepatnya untuk mengungkap siapa pelakunya," urainya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya kaum wanita, agar berhati-hati dalam menggunakan pakaian yang bisa menimbulkan pelecehan seksual.

"Saya juga berharap kepada masyarakat, khususnya kaum wanita agar tidak memakai pakaian yang terlalu ketat, karena itu bisa memancing untuk terjadinya pelecehan seksual," tutupnya (*)

Reporter : Arsyad    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%


Comments

comments


Komentar: 0