EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak 2.377 atau 75 persen dari 3.174 nelayan di Kota Bontang, sudah mendapatkan asuransi nelayan sebagai bentuk perlindungan atas kecelakaan yang dialami.
Asuransi nelayan ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditujukan kepada nelayan di Indonesia, salah satunya di Kota Bontang.
Kasi Perikanan Tangkap, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Idhamsyah menyampaikan, pada tahun 2016 Kota Bontang mendapat kuota asuransi 1.500 nelayan.
Baca juga: Zemmy Hasz Wakili Bontang Pada Ajang Camat Terbaik Kaltim
"Tapi yang terealisasi lebih dua ribu, karena jumlah nelayan kita yang mendaftar melebihi kuota. Jadi kuota di kota lain kita ambil yang tidak memenuhi kuota," katanya kepada EKSPOSKaltim, Selasa (7/11).
Pada tahap pertama, yang diajukan sebanyak 1.382, terealisasi 1.141. Di tahap kedua, yang diajukan 462 dan terealisasi 207.
Kemudian, tahap ketiga diajukan 741 yang terealisasi hanya 534. Lalu di tahap keempat sebanyak 82, yang terealisasi 495.
"Tahap empat banyak karena dari sisa tahap satu sampai tiga itu terealisasi, jadi gabung," ucapnya.
Dijelaskannya, penyebab yang belum terealisasi itu dikarenakan kurangnya beberapa data, seperti data administrasi. Namun, ada juga yang belum melakukan pendaftaran sama sekali.
Baca juga:
"Kita juga tidak bisa memaksakan nelayan untuk mendaftar. Tapi yang jelas ini merupakan jaminan para nelayan ketika ada kecelakaan. Siapa yang tau kejadian akan timbul?," pungkasnya.
Ditambahkannya, kategori nelayan yang bisa mendapatkan asuransi ini yakni nelayan tradisional atau bermuatan sepuluh ton ke bawah. Asuransi tersebut hanya berlaku satu tahun saja.
"Asuransi itu bisa diklaim ketika nelayan meninggal, kecelakaan, cacat tetap dan lain-lain," tukasnya. (Adv)
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv

