14 Desember 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Normalisasi Sungai Karang Mumus Terganjal Penolakan Warga


Normalisasi Sungai Karang Mumus Terganjal Penolakan Warga
Pemukiman warga di sepanjang Sungai Karang Mumus (SKM) di Jalan S Parman. Ekspos Kaltim/Muslim

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemkot Samarinda menargetkan penertiban rumah warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) selesai akhir 2017.

Penertian yang dilakukan demi mempercepat proyek normalisasi sungai di Jalan S Parman itu. Proyek normalisasi tersebut satu-satu upaya mengurangi masalah banjir di Kota Tepian.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail menegaskan, pihaknya tengah konsen menertibkan rumah-rumah di sepanjang bantaran sungai di tengah kota itu.

"Kami akan tetap konsisten menertibkan warga di sana," ucapnya, Selasa (10/10).

Penertiban, tahun ini pemkot akan menyasar bangunan yang berada di bantaran SKM. Mulai dari Jembatan Kehewanan sampai Jembatan Lambung Mangkurat. Ini sebagai lanjutan dalam rencana normalisasi SKM yang telah dilakukan sejak tahun lalu.

Hambatan yang dialami, kata dia, masih terkait dengan penolakan beberapa warga. Pihaknya sudah menyiapkan kompensasi dengan hunian dan uang. Namun hal itu agak sulit direalisasikan mengingat berdasarkan aturan yang ada, penyerahan kompensasi tidak bisa diberikan kepada warga yang rumahnya tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

"Sekarang aturannya tidak bisa lagi memberikan penggantian dalam bentuk hunian maupun uang, karena rumah mereka (warga) tidak punya IMB," jelasnya.

Nusyirwan mengaku telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk turun melakukan pendataan terhadap warga yang rumahnya terkena proyek normalisasi SKM.

"Setelah itu saya akan turun langsung melakukan sosialisasi ke warga," pungkasnya.

Diketahui proyek normalisasi SKM ini mulai dikerjakan pada Maret 2017 lalu. Dengan bantuan pemerintah pusat melalui Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III. Pada tahap ini, dikerjakan pinggir SKM di sisi Jalan S Parman sampai ke Jembatan Gelatik sekitar 150 meter dengan anggaran sebesar Rp 27 Miliar.

Untuk segmen selanjutnya, BWS masih menunggu langkah Pemkot Samarinda membebaskan kediaman warga yang ada di bantaran SKM, khususnya mulai dari Jembatan Kehewanan sampai Jembatan Lambung Mangkurat. 

Reporter : Muslim    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0