19 Oktober 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

43 Warga Loktuan Hadiri Sidang Perdana Perkara NPK Cluster


43 Warga Loktuan Hadiri Sidang Perdana Perkara NPK Cluster
Suasana sidang perdana perkara sengketa lahan pembangunan pabrik NPK Cluster di ruang rapat 1 Kantor PTUN Samarinda, Jl Bung Tomo, Selasa (12/9) siang. (Ekspos Kaltim/Slamet Riyadi)

EKSPOSKALTIM, SamarindaPengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda menggelar sidang perdana perkara sengketa kawasan, perizinan dan lingkungan hidup pembangunan pabrik NPK Cluster, Selasa (12/9).  

Dari pantauan Ekspos Kaltim di PTUN Samarinda, Jl Bung Tomo, Samarinda Seberang, sidang dimulai pukul 10.30 wita, di ruang sidang 1 gedung PTUN Samarinda.

Sebanyak 43 warga Loktuan dari pihak penggugat menghadiri sidang tersebut. Rombongan penggugat yang berasal dari RT 45, 46, 47, 48,49,50, dan 51 tersebut tiba di lokasi sidang 10 menit sebelum dimulai. 

Hakim Ketua, Tedi Romayadi mengatakan agenda sidang perkara dengan nomor 14/G/LH/2017/PTUN.SMD itu menempatkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sebagai tergugat I.

Agenda sidang perdana ini mendengar keterangan ahli dari para penggugat, yakni warga kelurahan Loktuan, Bontang dan tergugat II intervensi, yakni PT KIE, PT Kaltim Jordan Abadi, dan PT Pupuk Kaltim.

“Dalam pembahasan ini, kami mengumpulkan bukti keterangan dari ahli, penggugat dan tergugat II intervensi. Terkait, kondisi di lapangan yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku nantinya,” katanya, kepada Ekspos Kaltim, usai sidang.

Setelah semua keterangan terkumpul, ia sidang ditunda, dan akan jadwalkan kembali pada pekan depan untuk membahas kesimpulan.

“Jadi saya pelajari dulu, insyallah minggu depan kita jadwalkan sidang lanjutan, kita akan sampaikan kesimpulannya,” tandasnya.

Tedi menjelaskan hasil sidang ada beberpa poin penting yang menjadi referensi sebagai acuan menyelesaikan perkara tersebut.

Yakni, persoalan tumpang tindih lahan, perizinan pembangunan pabrik, dan dampak lingkungan terhadap masyarakat ke depan.

“Tiga poin ini yang menjadi acuan dari perkara ini,” jelasnya.    

Pihaknya mengaku tidak mempersoalkan ketidakhadiran tergugat I yakni Neni, mengingat karena kebutuhan sidang saat ini hanya sebatas mendengar keterangan ahli. 

Berita terkait: PTUN Kaltim Rencanakan Pemanggilan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

“Tidak masalah karena ini masih penyampian keterangan saja,” ujarnya mengakhiri.

Reporter : Slamet Riyadi    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0