21 September 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Sembunyi di Semak Belukar, Sopir Kecelakaan Maut Simpang Taman Husada Diancam Hukuman 6 Tahun


Sembunyi di Semak Belukar, Sopir Kecelakaan Maut Simpang Taman Husada Diancam Hukuman 6 Tahun
Karel Stevi, 43 tahun (tengah) warga Jalan Beringin, Belimbing, Bontang Barat sempat kabur dengan menumpang truk pakan ternak. (Ekspos Kaltim/Fariz)

EKSPOSKALTIM, Bontang- Tim gabungan Polres Bontang akhirnya berhasil mengamankan pengemudi truk KT 8574 DE bernama Karel Stevi (43), Sabtu (12/8) pagi.     

Dua hari tiga malam dicari-cari rupanya pria asal Sulawesi Utara ini bersembunyi di perkebunan kawasan Bontang Lestari, Bontang Selatan.   

Usai dijemput, tanpa panjang lebar polisi langsung melakukan penahanan. Dari hasil pemeriksaan intensif pria asal Sulawesi Utara ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tabrak lari yang menyebabkan timbulnya korban jiwa.      

Motif si sopir melarikan diri lantaran takut melihat kerumunan massa. Sebelum raksasa jalanan itu terhenti ia melompat dan kabur ke arah Bontang Lestari melalui semak belukar.   

Sepanjang pelariannya disebutkan Karel tidak menggunakan alat komunikasi sama sekali.    

Setelah bersembunyi di semak belukar ia sempat berpindah ke kebun milik warga sekitar agar tak tampak oleh warga. Selama itu pula ia tidak memiliki logistik dan uang.   

"Pengakuannya makan ranting dan dedaunan pohon lalu minum air sungai," imbuh Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasatlantas AKP Irawan Setyono.  

Baca juga: Bukan karena Rem Blong, Tersangka Tabrak Lari Mengaku Menyesal 

Nah, kemarin malam, merasa mengalami penurunan kondisi fisik, Karel berinisiatif pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Beringin, Belimbing, Bontang Barat dengan menumpang truk pakan ternak.    

Singkat cerita, istri Aiptu Tri Sartono, salah seorang personel Polsek Bontang Selatan yang satu suku dengan istri pelaku berhasil mengenalinya. Walau saat itu kondisi badannya berlumuran lumpur dan luka luka karena sempat digigit ular sawah.      

Ia kemudian diinterogasi oleh Aiptu Tri terkait kecelakaan beruntun tersebut. "Sempat disuruh mandi kemudian diinterogasi lalu pagi tadi kami melakukan penjemputan," jelasnya.    

"Sejauh pemeriksaan dilakukan dia kooperatif," sambung Irawan. Karena tabrak lari, Karel oleh polisi disanksi sesuai Pasal 310 ayat (4) UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Karena pengemudi menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 6 korban luka, dan satu meninggal dunia ancaman hukumannya 6 tahun penjara," jelas dia.    

Sedangkan truk kuning yang dikemudikan Karel sudah terparkir di halaman Mapolres Bontang. Diketahui truk tersebut mengangkut pelbagai alat rumah tangga serta barang barang milik perusahaan.  

"Pemilik truk juga sudah kami panggil, untuk sementara kendaraannya kami amankan hingga berkas penyidikan rampung," sambung Irawan.  

Dari hasil kalkulasi sementara pihaknya, total kerugian jiwa satu orang serta materil Rp 50 juta.   

Sekedar diketahui, terkait pencarian, Satlantas sinergi dengan Satreskrim Polres Bontang melakukan pelacakan hingga Manado Sulawesi Utara, tempat asalnya.    

Untuk mempersempit ruang pelarian koordinasi dengan Polrestabes Samarinda dan Polres Kutim juga dilakukan.

Reporter : Fariz Fadhillah    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%100%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0