20 November 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Diduga ''Gagahi'' Dua Ponakan, Mantan Kades Santan Ulu Diamankan


Diduga
Ilustrasi. (Dok. Jawa Pos.Com)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur, sebut saja Melati, usia 15 tahun, dan Bunga, 14 tahun terjadi.

Keduanya kakak beradik asal Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.  

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban pertama diduga disetubuhi oleh pamannya sendiri berinisial HB. Sedangkan Bunga hanya sempat digerayangi oleh terduga pelaku yang sama. 

Perilaku tak senonoh tersebut terbongkar oleh bapak korban. Menurut keterangan warga sekitar, HB adalah mantan kepala Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. 

Masih dari data yang diperoleh media ini di lapangan, kasus asusila diduga pertama terjadi pada pukul 01.00 dini hari, medio 1 Januari 2015. Aksi tersebut terus berlangsung hingga Mei 2017.   

Dikonfirmasi terkait kasus ini, Polres Bontang tak menampik adanya laporan kasus tersebut. Laporan terkait diterima polisi pada Sabtu 15 Juli 2017 sekitar pukul empat sore.    

Polisi pun mengakui jika penjemputan kepada HB yang dilakukan akhir pekan lalu. Sejauh ini ia telah diamankan di Mapolres Bontang guna penyidikan lebih lanjut.   

"Ya, benar terlapor berinisial HB. Dari informasi yang kami dapat dia ini memang benar mantan kepala desa setempat. Kami amankan tanpa perlawanan," jelas Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono didampingi Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixon Hernando, Jumat (28/7) siang.    

Sejauh ini, jajaran busur panah, julukan Satreskrim Polres Bontang, masih mendalami kronologis pasti kasus asusila tersebut. Termasuk di mana tempat persetubuhan terjadi.  

"Pelapor diberi tahu oleh bapak pelapor bahwa anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh terlapor berulang kali," singkatnya. "Kami masih melakukan pendalaman, kejadiannya sementara kami duga terjadi di Kota Bontang."

Baca Juga: Pelaku Orang Dekat, Hukuman Ditambah Sepertiga

Reporter : Fariz Fadhillah    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%20%0%0%0%80%


Comments

comments


Komentar: 0