14 Desember 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
Breaking News

Tersangka Fardi Dilimpahkan, Polisi Tetapkan Ibu Kandung Bocah Navita Tersangka


Tersangka Fardi Dilimpahkan, Polisi Tetapkan Ibu Kandung Bocah Navita Tersangka
Tersangka Fardi Sahli (kiri) dan Nita, ibu kandung Navita Ariyani saat menjalani reka ulang 23 Mei 2017 silam saat di dalam kemudi truk. Sejumlah kekerasan dilakukan ayah tiri Navita, dari melempar dan menginjak korban. (Ekspos Kaltim/Endar).

EKSPOSKALTIM, Bontang -  Masih ingat kasus pembunuhan bocah berusia 3 tahun bernama Navita oleh ayah tirinya sendiri bernama Fardi Sahli? 

Yang terbaru, polisi memastikan ibu kandung Navita bernama Reni Chandra Anita alias Nita (18) menyusul suaminya itu ke hotel prodeo.  

Ia dijemput di kediamannya pada 24 Juli lalu dan kini sudah mendekam di sel tahanan khusus perempuan Mapolres Bontang.   

Terkait peningkatan status Nita, sehari sebelumnya, polisi menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menemukan kelalaiannya sehingga menyebabkan Navita meregang nyawa.    

Ia ditetapkan tersangka setelah gelar perkara terkait peningkatkan status Reni dari saksi menjadi tersangka dilakukan.

Sementara, untuk menguatkan ada unsur kelalaian atas kematian Navita, penyidikan kasus pembunuhan ini berkembang dengan turut serta meminta pendapat kepada saksi ahli.      

"Ibu korban, setelah keterangan ahli keluar kuat dugaan jika memang memang ada unsur kelalaian atau pembiaran yang menyebabkan tewasnya anak kandungnya sendiri," jelas Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono didampingi Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixon Hernando, Jumat (28/7).   

Di lain sisi, berkas perkara pembunuhan terhadap anak tiri oleh pelaku Fardi dinyatakan lengkap (P21). Pukul 2 siang tadi, Jumat (28/7) Fardi sendiri telah dilimpahkan ke Kejari Bontang.   

"Sudah masuk pelimpahan tahap dua. Penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa siang tadi untuk masuk ke tahap penuntutan," jelas Nixon.     

Terkait Nita, mantan perwira Direktorat Tipikor Polda Kaltim ini menyampaikan sejumlah alasan mengapa tak langsung menyematkan status tersangka. Sebab, pihaknya baru memperoleh suatu petunjuk belakangan waktu ini untuk memperdalam keterangan dari saksi. 

"Kemudian memang ada salah satu unsur pembiaran yang kami temukan. Kami memang hati hati. Karena unsur membiarkan ini luas. Bisa karena rasa takut karena kondisi TKP itu tak memungkinkan untuk mencegah terjadinya pembunuhan.  

Namun setelah kami runtut, oleh ahli bahwa unsur pembiaran itu terpenuhi. Ibu kandung tidak membela anaknya. lebih parah lagi setelah kejadian tidak melapor ke polisi, namun justru cenderung menutupi kasus ini," jelas perwira berpangkat balok dua ini.  

Sebagaimana diketahui, Fardi benar-benar biadab. Tanpa rasa iba, pria 20 tahun ini menghajar tubuh mungil Navita 29 mei silam, saat  mendapat tugas untuk mengantar pupuk ke Kutai Barat (Kubar). Fardi mengajak, Reni beserta korban.   

Navita sendiri merupakan anak hasil pernikahan Nita dengan ayah kandung korban bernama Fiky. Kasus ini baru terkuak setelah Nita mengaku kepada petugas Polsek Bontang Selatan yang malakukan interogasi.

Sebelumnya Fardi alias Ardi mengaku kepada petugas jika Vita menjadi korban laka lantas tabrak lari. Berlanjut ke rekonstruksi, saat itu Nita masih berstatus sebagai saksi. 

Polisi tak langsung menyematkan status tersangka kepada Nita karena sejumlah alasan. Pertama, kurangnya alat bukti, dan pasal terkait untuk menjerat sang ibu kandung almarhum bocah malang itu.

Nixon berujar, mengenai seseorang yang tak melaporkan permufakatan jahat atau tindak pidana, aturannya tercantum jelas dalam Pasal 164 dan Pasal 165 KUHP. 

Di pasal terakhir dijelaskan jika sesorang yang sengaja menunda melaporkan suatu tindak pidana untuk kepentingan pribadi dapat dikenakan hukuman.  

Di KUHP, hukuman penjaranya paling lama satu tahun empat bulan atau paling banyak denda tiga ratus ribu rupiah. Dari rekonstruksi penyidik juga mempertanyakan mengapa sebagai saksi yang ada pada saat pembunuhan terjadi, Nita tak mencoba mempertahankan nyawa anaknya.

“Memang seakan naluri ibunya hilang,” tambah Nixon.  

Nita mengetahui tindak penganiayaan yang terjadi atas anak kandungnya sendiri. Namun tak berdaya untuk melaporkannya karena rasa cinta kepada suami menjadi pembendungnya. “Juga ada intimidasi dari pelaku,” jelas Nixon.

Berita Terkait: Ibu Korban Bocah Navita Tak Dijerat Pidana? Begini Penjelasan Polisi...

Baca Selengkapnya: Ayah Tiri Navita Dikenakan Pasal Berlapis, Simak Fakta Mencengangkan Selama Rekonstruksi

Reporter : Fariz Fadhillah    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%25%0%0%0%0%0%75%


Comments

comments


Komentar: 0