19 Oktober 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Karier Mengilap Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono; Redakan Situasi Pasca Evakuasi Eks Gafatar


Karier Mengilap Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono; Redakan Situasi Pasca Evakuasi Eks Gafatar
Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono.

Belum lama ini AKBP Dedi Agustono mendapat telegram rahasia dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin. Ia kembali harus menempati jabatan sebagai kepala kepolisian resor. Ini kali kedua penghobi olahraga sepeda itu menjabat posisi tersebut.

EKSPOSKALTIM, Bontang    

"Senang artinya masih dipercaya mengemban amanah sebagai kapolres," tutur Dedi saat ditemui Ekspos Kaltim di ruang kerjanya, Selasa (18/7) sore.    

Menjadi polisi merupakan impian pria kelahiran Denpasar 11 Agustus 1973 itu sejak kecil. Lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 2006, suami dari Nia Dedi Agustono ini lama ditugaskan di Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jawa Tengah.   

Saat masih mengenakan baret biru dongker khas pasukan Brimob, ia pernah menjadi komandan pleton hingga kepala seksi operasional atau kasi ops. Kemudian ia mendapat kesempatan menimba ilmu di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri dan ditugaskan di Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Bengkulu. 

Karier alumnus Akademi Polisi 1996 ini mulai menanjak saat ia dipromosikan ke Mapolda Kaltim pada 2015. Sebelum menjabat Kapolres Mempawah Polda Kalbar, ia mengecap pengalaman di beragam satuan tugas dan fungsi. Dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), bapak dua anak ini dipercaya menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) IV Ditreskrimum, Kasubdit Regident Ditlantas, Kasubdit Dalmas Ditsabhara Polda Kaltim. 

Ya, usianya baru 44 tahun. Namun sederet jabatan penting pernah diemban olehnya. Saat masih menjabat kapolres Mempawah periode 2015-2016, ia ikut andil dalam penyelesaian konflik antara bekas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dengan masyarakat setempat.

Video Terkait:Mengenal Lebih Dekat Sosok Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono   

Singkat cerita, agar konflik tak semakin meluas, terdapat  sekira 1.000 eks pengikut Gafatar berhasil dievakuasi ke daerah asal masing-masing. Ia sukses meredakan suasasa dan kondusifitas Mempawah pasca evakuasi dilakukan. 

"Itu kasus waktu saya baru masuk di Mempawah. Sekarang situasi di sana sudah aman, penyelesaian konflik tanpa masalah.Tersisa penyelesaian aset mereka yang tertinggal di sana. Sebelum saya pindah sudah saya mengoordinasikan hal ini kepada pemerintah daerah," jelasnya. 

Dia melanjutkan waktu itu mulai dari kasur, alat masak hingga kendaraan roda dua dan empat milik eks Gafatar berhasil diamankan jajarannya. Pengembalian aset barulah dilakukan bertahap dengan melakukan pengajuan ke Pemkab.      

"Semua aset eks Gafatar itu kita simpan dan amankan sampai ada pengajuan pengembalian aset," kata Dedi.

Ia melanjutkan, kebanyakan dari mereka menetap sejak lama di Mempawah untuk bertani. Kata Dedi, perlu pendekatan khusus ke mereka agar mau dievakuasi. Peran babinkamtibas yang ia andalkan untuk melakukan pendekatan ke mereka. Imbauan agar tidak mudah terprovokasi, dan melakukan tindakan anarkis terkait masalah tersebut turut digencarkan pihaknya.   

Dengan pembawaannya yang lugas dan tegas ia optimistis dapat mengemban tugas dengan baik. Mengenai target pribadi ia tak ingin muluk-muluk. Yang utama, kata dia kehadiran polisi di tengah masyarakat harus semakin terlihat. Serta kepercayaan masyarakat kepada polisi juga semakin meningkat. 

"Polisi harus hadir di mana-mana.1x24 jam dalam sehari, tidak boleh tidak," tegas dia.  

Terkait pengungkapan kasus sabu satu ton yang berhasil dilakukan jajaran Polda Metro Jaya baru-baru ini, pihaknya ikut waspada. "Saya belum bisa sampaikan target target operasi kami soal pemberantasan narkoba. Karena ini melibatkan jaringan. Yang pasti ada pekerjaan rumah yang harus segera kami lakukan karena narkoba ini sangat berbahaya sekali untuk generasi mendatang," jelas.   

Sejauh ini Dedi tengah fokus melakukan orientasi kasus. Bontang, menurut Dedi, marak akan akan permasalahan sengketa tanah. "Kami masih melakukan pemetaan titik rawan yang ada," jelasnya. 

Selain itu, ia juga mendapat atensi untuk menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan kebocoran kas negara. "Untuk tipikor ada dua kasus yang tengah kejar sejauh ini," ujarnya. Kasus dugaan korupsi umumnya belum banyak dipecahkan. 

Tak lupa ia mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan setiap adanya aksi kejahatan ataupun pengaduan tertulis di hotline pribadinya 085349812525. "Kami berkerja 24 jam siap membantu masyarakat, jangan takut laporkan segala informasi adanya aksi kejahatan ke kami, kami siap merespon," pinta Dedi.

Reporter : Fariz Fadhillah    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0