21 Mei 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tersangka Peragakan 24 Adegan Pembunuhaan Berencana Juragan Angkot


Tersangka Peragakan 24 Adegan Pembunuhaan Berencana Juragan Angkot
Bambang Hermanto, diduga otak utama tersangka pembunuhan yang tak lain merupakan anak tiri dari korban Muliadi.(Dok.Poldakaltim)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Direktorat Reskrimum Polda Kaltim Kamis (9/3/2017) pagi ini menggelar rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan berencana dan perampokan yang dilakukan tersangka Bambang Hermanto, yang diduga menjadi otak pembunuhan bersama dua tersangka lain FEN dan AFM terhadap pengusaha angkot, Mulyadi (60), istri keempat Lasiyem, serta anaknya balitanya Putra Susila (4).

Rekonstruksi berlangsung di rumah korban Jalan Imus Payau RT 31 No. 2 Kelurahan Muara Rapak Kecamatan Balikpapan Utara yang merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan. Tampak, pengamanan lokasi rekontruksi dilakukan puluhan personel Korps Bhayangkara gabungan Polsek Balikpapan Utara, Polres Balikpapan, dan Polda Kaltim sejak dari mulut gang hingga rumah korban. 

Kerumunan massa dari warga sekitar tampak memenuhi lokasi rekon di luar garis polisi, karena kasus ini memang sangat menggemparkan dan sekaligus memprihatinkan karena melibatkan anak tiri korban hasil pernikahan ketiga Muliadi dengan Sri Handayani.

Selama reka ulang yang berlangsung, tersangka BH cs memperagakan sedikitnya 24 adegan mulai dari pertemuannya hingga mengeksekusi ketiga korban.

Selain tiga tersangka dan aparat kepolisian Polda Kaltim, tampak penasihat hukum tersangka, juga aparat dari Kejaksaan Negeri Balikpapan hadir menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Beberapa adegan yang bisa dilihat dari luar adalah ketika mobil yang berisi tiga tersangka memasuki halaman rumah korban. Selain itu, juga adegan BH memanggil korban pertama, Lasiyem dan mengesekusinya di dalam mobil, hingga dipindahkan ke jok belakang mobil.

Sedangkan, adegan pembunuhan terhadap korban Mulyadi dan anaknya, Putra Susila dilakukan di dalam rumah. Hanya beberapa petugas saja yang boleh menyaksikan.

Namun, dari pengakuan para tersangka sebelumnya,maka dalam adegan rekon di dalam rumah korban itu, para tersangka FEN, dan AFM masuk ke kamar korban Mulyadi. Tersangka AFM langsung menikam korban bertubi-tubi dengan pisau dapur yang sudah dibawanya.

Korban lalu melawan sehingga tangan tersangka AFM terluka. Setelah korban Mulyadi meninggal, Putra Susila menangis. Terangka FEN membekap korban yang baru berumur 4 tahun itu. Tak cukup di situ, pelaku terus mengikat tangan korban dengan kabel tis (kabel plastik). Selanjutnya, dengan menggunakan sarung, tersangka FEN menutup bagian mulut dan hidung korban yang menyebabkan lemas.

Reporter : Sumber : Polda Kaltim    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0