16 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Status Andi Walinono Masih Saksi, Penyidik Akan Lakukan Gelar Perkara


Status Andi Walinono Masih Saksi, Penyidik Akan Lakukan Gelar Perkara
Andi Walinono (dua kanan) berusaha masuk ruang ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh. (ist)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Politisi partai Golkar Andi Walinono telah dimintai keterangan seputar laporan Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh politisi yang akrab disapa AW tersebut.

Saat ini AW sendiri masih berstatus sebagai saksi. Sejauh ini, polisi juga masih menanti  kepastian dari ahli bahasa Univeraitas Airlangga Surabaya untuk kelanjutan kasus ini.

Disampaikan Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto, penyidik masih menunggu keterangan ahli bahasa untuk memperkuat keterangan dalam kasus yang mereka tangani ini. Pemeriksaan dan penyidikan dilakukan secara periodik untuk mendalami kasus.

"Saat ini kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap Andi Walinono yang statusnya adalah saksi. Penyidik masih menunggu keterangan ahli bahasa dan sudah menuju surabaya," terangnya kemarin (2/3). Dari informasi yang ada, sejauh ini sudah 11 orang saksi diperiksa. Selanjutnya polisi akan melakukan gelar perkara atas kasus ini.

Sebelumnya AW sendiri dimintai keterangan oleh penyidik atas  perselisihannya dengan Abdulloh di kantor DPRD, awal bulan lalu. Suharto menambahkan, penyidik  masih menyiapkan kelengkapan alat bukti sebelum menggelar pra rekonstruksi dan gelar perkara kasus tersebut.

Polisi memang tak mau gegabah dalam melakukan penyidikan. Setelah gelar perkara nanti, barulah petugas bisa mengambil langkah lengkap terkait kepastian kelanjutan laporan Abdulloh ini. Sejumlah bukti termasuk keterangan para saksi dan rekaman CCTV dijadikan acuan petugas.

"Rekaman CCTV yang ada di ruangan saat kejadian sudah kami amankan," terang perwira berpangkat balok dua tersebut. Soal CCTV, Suharto enggan membeber lebih jauh. Hanya, ia memberi isyarat bahkan rekaman tersebut memiliki durasi rekaman yang cukup. "Harus diteliti lagi oleh penyidik. Ini membutuhkan waktu," katanya.

Sebelumnya diketahui Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh melayangkan laporan ke Polres Balikpapan atas perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan rekan satu fraksinya di partai berlambang beringin tersebut, 9 Februari lalu. Saat ini proses berlanjut dengan pemeriksaan sejumlah saksi. Statu Andi Walinono sendiri masih sebagai saksi.

Diwartakan sebelumnya, anggota DPRD Balikpapan Andi Walinono (AW) mengaku diancam pistol oleh ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh ketika insiden keributan dirinya dengan Abdulloh, Kamis (9/2) siang kemarin. Andi Walinono menyebut tindakan Abdulloh merupakan bentuk arogansi ketua DPRD itu.

“Saya diancam dia (Abdulloh) pakai pistol. Kalau saya tidak keluar ruangan, bisa keluar pistolnya. Ini semakin memperlihatkan kekerdilan ketua DPRD. Semakin jelas apa yang saya bilang, untuk apa ada lembaga ini, untuk apa ada BK (Badan Kehormatan), untuk apa partai semuanya diselesaikan seperti ini,” kata AW kemarin.

Terkait penyebab insiden keributan, AW mengaku terkait dengan musyawarah daerah (musda) Golkar. Ditanya soal apakah insiden terkait permintaan soal perjalanan dinas, AW juga mengakuinya.

Dikonfirmasi terpisah, Abdulloh masih bungkam. Baik soal insiden keributan di DPRD maupun laporannya ke Polres Balikpapan.

Reporter : Arsyad    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0