19 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Juragan Angkot dan Anak Tewas Mengenaskan, Pembunuhan atau Bunuh Diri ????


Juragan Angkot dan Anak Tewas Mengenaskan, Pembunuhan atau Bunuh Diri ????
Jenazah Muliadi (55) dan anaknya yang diperkirakan telah tewas lebih dari 1x24 jam. (ist)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Seorang bapak dan anak, warga RT 31 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara ditemukan tewas mengenaskan, Rabu (22/2) pagi. Muliadi (55) diketahui sebagai juragan angkot, ditemukan dalam kondisi terkapar di dalam kamarnya dan bersimbah darah. Ia diduga tewas akibat luka tusukan benda tajam di dadanya. Selain itu juga ditemukan luka sayatan disekitar bagian lengannya.

Sementara puteranya, S (5) ditemukan di dalam lemari dengan kondisi leher terlilit sarung. Sekujur bagian tubuhnya sudah tampak membiru. Pasca penemuan dua mayat, Polsek Balikpapan Utara dan Polres Balikpapan masih mendalami penyebab kematian keduannya. “Masih kami pelajari perkiraan meninggalnya lebih dari 1x24 jam,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta. Meski demikian Jeffri belum berani berkomentar penyebab kematian apakah terkait bunuh diri atau pembunuhan. “Masih kami dalami,” ujar mantan Kanit Subdit Cyber Crime Dittipideksus Bareskrim Polri ini.

Penemuan dua mayat  ini sempat menghebongkan warga sekitar. Pertama kali diketahui oleh anak buah yang merupakan salah satu supir angkot. Saat itu anak buah Muliadi datang ke rumah untuk menyerahkan uang setoran. Rumah terlihat kosong tidak seperti biasanya. Kecurigaan sempat muncul dibenak supir tersebut lantaran kondisi rumah tak seperti biasanya. Bersama ketua RT setempat, ia memeriksa rumah korban dengan mengintip melalui jendela rumah. Saat itulah terlihat banyak bercak darah dilantai serta Muliadi yang terlihat tewas mengenaskan di dalam kamarnya.

“Kami langsung hubungi petugas (Polsek Balikpapan Utara). Memang rumahnya sepi sekali tak seperti biasannya dan juga berantakan,” jelas Ketua RT 31 Kelurahan Muara Rapak, M Asyari.

Sekejap kemudian, polisi datang setelah menerima laporan warga langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara guna autopsi. Sejauh kasus ini dikembangkan polisi masih menghimpun keterangan beberapa saksi, yakni Ketua RT 31 Kelurahan Muara Rapak, M Asyari, anak buah korban, tetangga serta beberapa kerabat dekat.

Sementara pasca penemuan jenazah korban polisi belum juga menemui keberadaan istri korban yang merupakan istri ke tiga. Beberapa hari sebelumnya sesuai keterangan RT mereka terlibat cekcok dan istri pergi dari rumah.

Reporter : Benny    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%100%0%


Comments

comments


Komentar: 0