23 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hikayat Hidup Rahman Sahanung, Abdi Negara di Perbatasan Indonesia-Malaysia


Hikayat Hidup Rahman Sahanung, Abdi Negara di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Letnan Satu Infantri Rahman Sahanung, Komandan Koramil (Danramil) 0912-03 Long Bagun, Kabupaten Mahulu. (EKSPOSKaltim/ Ndi)

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Pribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnnya, nampak jelas tergambar dalam kehidupan pria kelahiran Makassar 16 September 1975 silam, bernama Letnan Satu Infantri Rahman Sahanung.

Jiwa militer sang ayah yang mengalir di dalam tubuhnya, membuat dirinya memutuskan pilihan untuk menjadi seorang prajurit TNI pasca lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 1994 silam.

Setelah mendaftarkan diri menjadi salah satu prajurit TNI di Rindam 07 Wirabuana pada tahun 1997 sebagai Bintara PK 4, Rahman Sahanung langsung mengabdikan diri di Lintas Udara (Linud) 700 Kodam 07 Wirabuana Makassar selama 14 tahun.

"Bapak memang seorang anggota militer. Soal didikan beliau, sudah pasti disiplin dengan cara militer pula, saya anak pertama dan kedua adik saya juga seorang tentara,” kata Rahman saat ditemui di kantornya, Long Bagun, Selasa (1/11) pagi.

Tak puas dengan perjalanan karirnya selama 14 tahun, Rahman pun memutuskan mengikuti sekolah perwira di Bandung pada 15 tahun silam.

Sekolah selesai, ia pun dipindahkan di Makodam 06 di Batalyon Raider 600 Mulawarman selama 3 tahun. Dari situ, ia kemudian diberi amanah mengabdikan diri di tapal batas NKRI, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

"Setelah saya bertugas di Samarinda, saya langsung ditempat tugaskan di 0912 Kodim Kutai Barat tepatnya di Koramil 03 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu ini," ujar pria yang kini menjabat sebagai Danramil Long Bagun.

Menjadi aparat yang bertugas di batas NKRI dengan negara tetangga Malaysia, keamanan dan ketertiban bagi dirinya sudah menjadi harga mati, tidak bisa ditawar lagi.

“Saya dipercaya untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di wilayah hukum saya. Dan bagi saya, itu sudah tidak bisa ditawar lagi sebagai abdi negara. Namun begitu, saya berharap Mahakam Ulu tetap dengan kondisi yang aman, damai, tentram seperti yang terjadi sejauh ini,"pungkasnya.(*)

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0