21 September 2017
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!

Ucapkan Kata Tak Pantas, Oknum Perawat RSUD Bontang Buat Pasien Shock


Ucapkan Kata Tak Pantas, Oknum Perawat RSUD Bontang Buat Pasien Shock
Nur Choliq, penderita penyakit gula yang baru saja mendapat operasi kedua di RSUD Taman Husada Bontang. (EKSPOSKALTIM/ NDI)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Tentu sahabat Ekspos masih ingat kisah pilu seorang pria berumur 46 tahun bernama Nur Choliq, yang terus berjuang untuk sembuh dari penyakit gula yang dideritanya.

Setelah dioperasi dibagian lutut, Choliq kembali melakukan operasi dibagian kaki kanannya yang mulai mengeluarkan aroma tak sedap dan bengkak. Tak hanya itu, pria yang numpang tinggal dirumah sahabatnya ini, terpaksa harus menerima kalimat pahit yang nyaris membuat detak jantungnya berhenti seketika.

Hal tersebut bermula saat seorang suster di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bontang memasuki ruangan rawat inap Seruni 6, tempat ayah satu anak tersebut dirawat.

Istri Nur Choliq, Dwi Fuji Lestari (30) menceritakan kepada Eksposkaltim bahwa seorang suster mendatangi Choliq, dan mengatakan dengan lantang bahwa jika 2 hingga 3 hari kedepan penyakit Choliq tak  kunjung ada perubahan,  pihak rumah sakit akan mengamputasi kaki kanan Choliq mulai dari telapak hingga pergelangan kaki.

Mendengar ucapan suster tersebut, Choliq tiba-tiba shock dan lemas seperti tak memiliki tulang penyangga daging di badannya. Piring nasi yang ia pegang saat itu diletakkan dengan badan gemetaran sembari menangis tersedu-sedu.

Semangatnya seakan hilang, harapan dan asa untuk sembuh terasa sudah tak ada lagi. Ucapan dari perempuan berseragam putih tersebut, bagaikan kabar duka yang meluluhlantakkan semangat serta harapannya untuk sembuh.

“Entah kenapa suster itu mengatakan hal tersebut langsung kepada suami saya. Apakah pihak rumah sakit sudah lelah merawat suami saya, atau karena kami hanya rakyat kecil yang mengandalkan BPJS dan sumbangan sukarela dari orang lain,” terangnya sembari mengusap air mata yang tak hentinya membasahi pipinya, Senin (03/10) sore.

Dwi pun sangat menyayangkan ucapan tersebut disampaikan oleh seorang perawat, karena setahu dia hal semacam itu tak seharusnya dikatakan oleh seorang perawat kepada pasiennya.

Mirisnya lagi kata Dwi, pasca dilakukan operasi yang kedua terhadap suaminya pada 19/9/16 lalu, Choliq langsung dipulangkan ke bengkel sahabatnya yang selama ini dijadikan tempat menampung anak istrinya secara gratis.

“Saya juga mau cerita pak, setelah suami saya di operasi siang harinya, entah kenapa ada apa pihak rumah sakit menyuruh kami untuk pulang dan dirawat dirumah, padahal suami saya baru dioperasi siangnya, itupun kami disuruh pulang tengah malam,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, tim Ekspos Kaltim belum bisa menemui pihak rumah sakit maupun perawat yang belum diketahui namanya untuk di konfirmasi.

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%


Comments

comments


Komentar: 0