19 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

CABULI SANTRINYA, GURU NGAJI DIBEKUK POLISI SAAT BERUPAYA KABUR


CABULI SANTRINYA, GURU NGAJI DIBEKUK POLISI SAAT BERUPAYA KABUR
Guru mengaji pelaku pencabulan (tengah) ditangkap di Bandara Sepinggan Balikpapan saat hendak berangkat ke Sulawesi, Rabu (7/9). DOK. ISTIMEWA

EKSPOSKALTIM, Bontang – Kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di salah satu Masjid di Dusun Muara Badak Ilir Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kertanegara, Rabu (5/9).

Kejadian ini berawal saat korban berinisial HM (11) yang merupakan santri ngaji di Masjid tersebut, seperti biasanya belajar mengaji bersama teman-temannya di hari perbuatan tak senonoh itu berlangsung.

Diterangkan Kasubag Humas Polres Bontang Iptu Suyono, saat kegiatan mengaji sudah selesai dan korban hendak bergegas pulang kerumah, guru mengaji yang bernama Zainal Abidin (tersangka) menahan korban untuk tidak pulang terlebih dahulu. Alasannya, korban harus ngaji ulang karena bacaannya belum lancar.

"Kejadian bermula saat guru ngaji menahan HM dengan alasan korban harus kembali duduk, dan mengulangi bacaan ngajinya karena dianggap belum lancar membacanya," kata Suyono, Minggu (11/6).

Karena merasa ini perintah guru, maka HM pun tak jadi pulang. Kemudian, sang guru menyuruh muridnya masuk ke kamar, atau ruang kosong yang masih dalam satu bangunan Masjid. Tanpa curiga, korban pun masuk ke kamar kosong tersebut.

Tidak lama berselang, sang guru cabul menyusul masuk kamar dan menyuruh sang murid membuka celana. Karena korban menolak, sang guru pun membuka paksa celana panjang dan celana dalam korban hingga batas lutut. Kemudian, korban disuruh tidur terlentang.

Korban yang berada dalam tekanan, terpaksa menuruti perintah sang guru. Lepas itu, guru cabul menyingkap sarung yang ia kenakan lalu menindih tubuh korban. Guru cabul pun berusaha memasukkan alat kelaminnya ke kemaluan sang murid namun gagal.

Kebiadaban guru cabul ini terbongkar saat HM enggan untuk pergi mengaji pada Rabu (7/9) siang, sekira pukul 14:00 wita. Saat ibu korban, Wahidah (42) menanyakan alasannya kepada sang anak, justru korban meminta pindah tempat mengaji.

Kemudian sang Ibu berusaha membujuk agar anaknya tetap mengaji, dan kembali menanyakan alasan sang anak meminta pindah tempat mengaji. Akhirnya, korban pun menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut.

Mendengar kelakuan bejat pelaku, Ibu korban geram dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Badak. Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim langsung bergerak mencari keberadaan tersangka di rumahnya yang berada di seberang Masjid tempat kejadian itu berlangsung.

"Setelah mendapat laporan, polisi langsung mendatangi rumah pelaku. Namun, rumah pelaku dalam keadaan kosong," tuturnya.

Polisi terus berusaha mencari keberadaan tersangka dengan melakukan penyelidikan di wilayah Muara Badak. Akhirnya, terdengar kabar bahwa Rabu (7/9) malam pelaku akan berangkat ke Sulawesi. Tanpa buang-buang waktu polisi langsung meluncur ke Balikpapan, dan mendapat informasi bahwa tersangka akan terbang dengan menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 21.10 wita.

Saat Polisi akan melakukan koordinasi dengan petugas Chek In  Maskapai Lion Air, tepat pukul 20.10 Wita tersangka muncul di Bandara Sepinggan Balikpapan bersama Istri dan satu orang anaknya. Polisi pun langsung meringkus tersangka Zainal Abidin tanpa ada perlawanan.

"Saat pelaku ditangkap di bandara, tersangka masih pura-pura tidak tahu permasalahan kenapa ditangkap. Akhirnya, tersangka langsung dibawa ke Polres Bontang dan di Tahan di Rutan Polres Bontang untuk ditindak lanjuti kasus ini, dan mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku," pungkasnya.(*)

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0