17 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

INGKAR JANJI, WALI KOTA BONTANG DIDEMO RIBUAN WARGA


INGKAR JANJI, WALI KOTA BONTANG DIDEMO RIBUAN WARGA
Suasana unjuk rasa menuntut janji kampanye Walikota Bontang yang tak kunjung terealisasi, Jumat (2/9). EKSPOSKALTIM/ NDI

EKSPOSKALTIM, Bontang – Ribuan warga unjuk rasa di depan Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Bontang pada hari Jumat (2/9) kemarin, sekira pukul 07.30 Wita. Massa dari tiga kecamatan di wilayah Kota Bontang ini menyambangi Rujab menggunakan mobil truk dan pick up, bahkan kendaraan prdibadi.

Unjuk rasa ini ditengarai masyarakat yang kurang puas terhadap kinerja Walikota Bontang. Terlebih, janji-janji kampanye yang tak kunjung terealisasi hingga saat ini.

Koordinator Unjuk Rasa wilayah Bontang Utara, Romli, dalam orasinya menuntut janji Walikota sewaktu kampanye Pilkada kemarin bahwa akan menggratiskan semua biaya sekolah mulai TK sampai Perguruan Tinggi.

“Katanya  akan memberi perlengkapan sekolah berupa seragam sekolah, sepatu sekolah, biaya kos Mahasiswa dan buku sekolah secara gratis, yang sampai hari ini belum dipenuhi. Setelah menjabat selama satu tahun, janji itu belum juga ada wujudnya," teriaknya di tengah-tengah kerumunan massa yang berdemo.

Senada, tuntutan lain pun dikoarkan oleh Mawan koordinator aksi wilayah Bontang Barat. Melalui toak, Mawan dengan tegas menagih janji Wali Kota yang akan memberikan Dana Program Lima Tahun ( PROLITA) sebesar Rp. 500 juta, yang juga sampai sekarang ini belum ada bukti.

"Kami ini masyarakat hanya butuh bukti bukan janji," Serunya.

Disisi lain, Polisi yang telah mendapat pemberitahuan kegiatan unjuk rasa ini langsung melakukan pengamanan di Rumah Dinas Wali Kota Bontang sesuai permohonan, dengan menurunkan Peleton Dalmas Kerangka, Peleton Dalmas Awal, Peleton Dalmas Inti dengan Peralatan Khusus yang dimiliki dan Kekuatan Pendukung lainnya.

Kapolsek Bontang Utara AKP. Muchlas selaku pemangku wilayah telah mengamankan Rumah Dinas Wali Kota dengan kekuatan satu Peleton Dalmas Kerangka.

Melihat massa pengunjuk rasa semakin siang semakin banyak, Kapolsek melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres Bontang, dan meminta tambahan kekuatan personil.

"Kami tak bisa membendung karena awalnya mereka memang hanya berjumlah ratusan, tapi semakin siang pendemo lain silih berganti berdatangan hingga mencapai ribuan. Maka dari itu, saya langsung menghubungi komandan (Kapolres,red) untuk melaporkan dan meminta bantuan segera," terangnya.

Mendapat laporan dari bawahan tersebut, Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn memerintahkan Kabag Ops agar segera mengumpulkan anggota dan menyiapkan Peleton Dalmas Awal, Peleton Dalmas Inti dan Regu Tindak untuk  menambah kekuatan pengamanan kegiatan unjuk rasa di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesuai perintah atasan, tak tanggung-tanggung Kabag Ops pun langsung menurunkan Ton Dalmas Awal dengan peralatan Tali Dalmas untuk menambah kekuatan Peleton Dalmas Kerangka yang telah melaksanakan pengamanan sejak awal.

sebelumnya, Kasat Binmas selaku tim negosiator mencoba melakukan negosiasi dengan koordinator pengunjuk rasa. Karena pejabat pemerintah tidak ada yang turun menemui pengunjuk rasa, akhirnya unjuk rasa semakin beringas dengan melakukan pembakaran ban di jalan, pengerusakan fasilitas umum, bahkan mulai melempari polisi.

Mengetahui pengunjuk rasa mulai anarkis, Kapolres Bontang pun memerintahkan Ton Dalmas Inti agar turun dengan menggunakan peralatan khusus berupa pakaian Dalmas lengkap, tameng, tongkat, gas air mata, water canon dan rantis.

Karena semakin anarkis dan tetap tidak mau bubar, Ton Dalmas pun mendorong massa sembari diikuti semprotan water canon, dan tim tindak yang telah dilengkapi mobil lapis baja menangkap sang provokator aksi. Melihat tindakan tegas aparat dengan menangkap koordinatornya, massa pun akhirnya membubarkan diri.

"Melihat semakin anarkis, lalu kami menurunkan full tim pengamanan dan mengincar provokator dari demo ini. Setelah kami mengamankan provokator tersebut, membuat massa yang lain mundur dan akhirnya perlahan membubarkan diri. Kini provokator tersebut telah diamankan di Polres Bontang untuk menjalani proses hukum," tukasnya.

Adegan ini hanyalah bagian Simulasi Sistem Pengamanan Kota Bontang yang dilakukan Polres Bontang, dalam rangka memelihara Situasi Kamtibmas di Kota Bontang.(*)

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%100%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0